OJK Dorong Peningkatan Transparansi dan Keterbukaan Informasi Jasa Keuangan

Angga Bratadharma 27 April 2018 09:32 WIB
ojkindustri keuangan
OJK Dorong Peningkatan Transparansi dan Keterbukaan Informasi Jasa Keuangan
Ilustrasi OJK (MI/RAMDANI)
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong transparansi dan keterbukaan informasi produk dan layanan jasa keuangan. Hal itu dinilai penting oleh OJK untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Industri Jasa Keuangan (IJK).

"Keterbukaan informasi merupakan hal yang sangat penting karena transparansi merupakan fondasi awal hubungan antara konsumen dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK)," kata Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 27 April 2018.

Menurutnya transparansi dan keterbukaan informasi produk dan layanan jasa keuangan tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat, tetapi juga bermanfaat untuk pelaku jasa keuangan. Transparansi dan keterbukaan informasi akan membantu masyarakat dalam menentukan pilihan produk dan layanan keuangan yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan untuk PUJK, keterbukaan informasi dapat menjadi faktor pendorong untuk meningkatkan kompetisi di antara PUJK dalam menawarkan kualitas produk dan layanan jasa keuangan yang lebih baik.



Data layanan konsumen OJK per Maret 2018 menunjukkan bahwa persentase pengaduan yang disampaikan konsumen kepada OJK mengenai produk perbankan mencapai 53,3 persen, perasuransian 25,8 persen, produk lembaga pembiayaan 12,7 persen, pasar modal 3,0% persen, dan dana pensiun 1,3 persen.

Sebagian besar pengaduan tersebut dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman konsumen terkait hak dan kewajiban konsumen, biaya, dan denda atas produk dan layanan saat menggunakan produk jasa keuangan.

Selain itu, pertanyaan yang kerap disampaikan ke OJK adalah seputar karakteristik produk dan layanan jasa keuangan yang seharusnya telah dijelaskan pada saat tahap pemasaran, serta saat penjelasan produk dan layanan jasa keuangan, dan juga ketika melakukan kontrak dengan konsumen.

"Contohnya adalah pertanyaan terkait biaya-biaya yang dikenakan PUJK terhadap produk tertentu, risiko dari produk tersebut, serta hak dan kewajiban yang harus dipenuhi konsumen," pungkas Tirta.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id