Pesan Terakhir Mantan Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf

02 Mei 2018 20:55 WIB
kppu
Pesan Terakhir Mantan Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf
Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf MI/Mohamad Irfan.
Jakarta: Rabu, 2 Mei 2018 pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan pelantikan komisioner baru Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI di Istana Negara. Pelantikan anggota komisioner KPPU Oleh Bapak Presiden RI adalah pelantikan untuk pertama kalinya sejak KPPU berdiri 18 tahun yang Lalu.

Hal ini menunjukkan bahwa KPPU RI semakin mendapat tempat dalam pengambilan kebijakan ekonomi nasional untuk mewujudkan persaingan sehat bagi kesejahteraan rakyat.  Pelantikan ini juga sekaligus mengakhiri masa pengabdian Syarkawi Rauf di KPPU sebagai komisioner dan ketua KPPU RI 2012-2018.

Menurut Syarkawi, ada dua kelompok isu besar yang menjadi fokus selama periode kepemimpinan Saya di KPPU, yaitu pertama, isu yang bersifat laten dan periodik di komoditas pangan, pendidikan, kesehatan, energi, telekomunikasi, logistik, keuangan dan perbankan, serta sektor-sektor yang secara alamiah dikuasai oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau swasta.

Kedua, current issues, yaitu isu-isu terkini yang sangat strategis dalam kaitannya dengan ekonomi digital, seperti e-commerce, e-payment, pemanfaatan big data, angkutan berbasis aplikasi online, dan lainnya. Syarkawi berharap agar komisioner KPPU yang baru tetap menjadikan sektor-sektor tersebut sebagai prioritas.

Sementara peran aktif KPPU secara internasional juga sangat diperlukan dalam konteks ASEAN, Asia Timur, Internasional Competition Network (ICN) organisasi persaingan global, United Nation Conference On Trade and Development (UNCTAD), dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan East Asia Top Level Meeting (EATOP).

Khusus untuk EATOP, KPPU berperan sebagai inisiator atau pendiri bersama-sama dengan Jepang 10 tahun lalu. Dalam hampir semua organisasi tersebut di atas, KPPU selalu berperan aktif untuk mendorong pengembangan persaingan di berbagai negara di dunia, seperti di OECD, di mana KPPU sebagai official observer yang setiap tahun diundang dalam forum sharing session menyampaikan kisah sukses pelaksanaan kebijakan dan hukum persaingan di Indonesia. KPPU juga selalu menjadi bagian yang memimpin sidang-sidang OECD untuk isu-isu kebijakan dan hukum persaingan.

Dalam konteks ASEAN, KPPU selama ini memposisikan dan diposisikan sebagai 'Guru' dalam bidang persaingan. Banyak staf otoritas persaingan negara lainnya yang datang ke KPPU untuk menimbah ilmu persaingan dengan cara menempatkan stafnya di KPPU dalam hitungan bulan hingga tahun.

Selain itu, KPPU juga telah menjadi inisiator Pembentukan Jaringan Pengajar dan peneliti persaingan di Asia Timur. Inisiatif ini digulirkan di Bali, 2017, Pada saat KPPU menjadi tuan rumah pertemuan EATOP. Langkah ini dimaksudkan untuk menjadikan Indonesia sebagai knowledge hub untuk isu-Isu persaingan di Asia Timur dan ASEAN.

Isu lain yang juga sangat strategis bagi perekonomian Indonesia adalah agenda amandemen UU 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dengan lima isu krusial, yaitu:

Pertama, penguatan kelembagaan KPPU sehingga sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedua, menggeser regim merger dari post merger yang membebani pelaku usaha menjadi pre merger notification yang sejalan praktek internasional terbaik. Ketiga, perubahan formula denda persaingan menjadi setinggi-tingginya 30 persen dari penjualan barang di mana pelaku usaha melakukan pelanggaran. Keempat mengadopsi program liniensi atau whistleblower dengan memberi keringanan hukuman bagi pelaku usaha yang kooperatif selama periode pemeriksaan. Kelima, memperluas kewenangan KPPU sehingga menjangkau pelaku usaha di negara lain tetapi memiliki kegiatan bisnis di Indonesia.

Selanjutnya, KPPU ke depan tetap harus menyeimbangkan antara pencegahan dengan penegakan hukum yang kuat. Prinsipnya, mencegah terjadinya pelanggaran jauh lebih baik dibanding menghukum tanpa mengabaikan tindakan hukum bagi mereka yang melanggar hukum.

Dia berharap sahabat-sahabat sekalian senantiasa menjadi mitra strategis KPPU dalam mendorong iklim persaingan usaha sehat di Indonesia. Semoga kerja sama yang berjalan kurang lebih enam tahun terakhir terus berlanjut di wilayah pengabdian lainnya.

Muhammad Syarkawi Rauf
Komisioner/Ketua KPPU 2012-2018




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id