Project Director BRISat Hexana Tri Sasongko optimistis jika pihaknya mampu menambah nasabah melalui BRIsat yang mulai aktif digunakan pada pertengahan Agustus tahun ini. Pasalnya, kata dia, masih banyak masyarakat Indonesia yang hingga kini belum menjadi nasabah perbankan.
"Banking penetration kita masih belum tinggi, jadi masih ada opportunity di situ. Makanya di tahun-tahun (awal) bisa (menambah 20 persen nasabah BRI), tapi itu tidak akan selamanya," ujar Hexana ditemui di Menara BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2016).
BRIsat yang rencananya akan diluncurkan pada 8 Juni waktu setempat atau 9 Juni waktu Indonesia dinilai akan menumbuhkan jumlah nasabah BRI yang cukup pesat dalam rentang waktu lima tahun awal. Pasalnya, dalam sebuah inovasi baru ada masa fast growth, moderat, dan terminal.

bri sat
"Biasanya fast growth itu lima tahun kemudian moderate dan kemudian terminal. Investasi yang panjang itu 10 tahun dan yang pendek lima tahun," imbuhnya.
Pertumbuhan jumlah nasabah selain karena masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses terhadap perbankan, juga karena Indonesia mendapat bonus demografi sehingga inovasi BRIsat jadi langkah progresif dalam meningkatkan jumlah nasabah BRI.
"Kan ada bonus demografi, artinya peningkatan naik kelasnya tinggi. Nah itu berarti growth-nya tinggi di situ," pungkas Hexana.
Seperti diketahui, menurut data yang dikeluarkan Bank Dunia pada 2014, jumlah nasabah perbankan Indonesia baru sekitar 36 persen dari total penduduk sebanyak 250 juta jiwa. Jika dihitung, maka nasabah perbankan Indonesia hanya ada sekitar 90 juta.
Nasabah BRI pada 2014 tercatat sebanyak 52 juta orang. Dengan kata lain, jumlah nasabah BRI mendominasi persentase nasabah di Industri Perbankan. BRI berhasil menjangkau ke pelosok negeri ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News