Menperin Airlangga Hartarto didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin Haris Munandar (Foto: dokumentasi Kemenperin)
Menperin Airlangga Hartarto didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin Haris Munandar (Foto: dokumentasi Kemenperin)

Menperin Dorong Industri Manfaatkan Lima Balai Besar

Husen Miftahudin • 22 Agustus 2016 11:30
medcom.id, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengajak pelaku industri berbasis teknologi untuk memanfaatkan hasil penelitian, pengembangan dan rekayasa (litbangyasa) dari lima Balai Besar yang dimiliki oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Bandung, Jawa Barat.
 
Kelima Balai Besar tesebut adalah Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), Balai Besar Logam dan Mesin, Balai Besar Pulp dan Kertas, Balai Besar Keramik, dan Balai Besar Tekstil. Tidak ada salahnya pelaku industri memanfaatkan balai ini agar bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal.
 
"Hasil litbangyasa unggulan B4T Bandung antara lain komposit untuk komponen kereta api seperti plat penyambung antar rel dan blok rem, produk pembangkit energi seperti panel surya dan baterai listrik, produk konverter kit, baterai lithium untuk perangkat elektronik serta prototipe power bank," ujar Airlanga, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (22/8/2016).
 
Airlangga percaya dengan mengoptimalkan pemanfaatan hasil litbang tersebut dapat menumbuhkan industri baru, kompetensi dan kualifikasi tenaga industri, serta mutu produk industri yang terjamin kualitasnya. Pada akhirnya, daya saing industri dalam negeri makin meningkat baik di pasar domestik maupun global.
 
"Di tengah gempuran produk asing, produk lokal harus bisa berdaya saing dengan meningkatkan kualitasnya. Sehingga tidak saja bisa bertarung di pasar global, tetapi produk lokal ini bisa memenuhi kebutuhan dan standar yang seharusnya bisa dihasilkan tanpa harus impor," paparnya.
 
Lebih lanjut, Airlangga menambahkan, Indonesia merupakan pasar terbesar di ASEAN untuk produk telepon seluler. Ini menjadikan peluang potensial bagi pelaku industri dalam negeri untuk memproduksi komponen telepon seluler.
 
"Peluang pasar tersebut seiring dengan jumlah kelas menengah di Indonesia sebesar 50 juta orang. Jadi, kita jangan hanya produksi kardus dan kabel charger saja," tegasnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Haris Munandar menyampaikan bahwa aktivitas litbangyasa B4T Bandung memfokuskan pengembangan daya saing beberapa produk industri prioritas, diantaranya Industri Logam Dasar dan Bahan Galian Bukan Logam; Industri Barang Modal, Komponen, Bahan Penolong dan Jasa Industri; Industri Alat Transportasi; serta Industri Pembangkit Energi.

"Sesuai imbauan Menperin, agar para pelaku industri kecil dan menengah ikut juga memanfaatkan hasil inovasi dari B4T Bandung. Karena balai-balai Kemenperin akan berperan mencari solusinya. Langkah ini juga akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait," pungkas Haris.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan