Harley Davidson. Foto : HDCI.
Harley Davidson. Foto : HDCI.

Ada Harley Ilegal di Pesawat Baru Garuda

Ekonomi garuda indonesia harley davidson
Eko Nordiansyah • 03 Desember 2019 17:19
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menginvestigasi temuan sparepart Harley-Davidson yang ada di pesawat baru milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Menurutnya, ini merupakan salah satu modus penyelundupan.
 
"Kita memahami modus-modus untuk penyelundupan itu terjadi dengan berbagai cara," kata Sri Mulyani ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Dirinya menambahkan setiap kali pemerintah melakukan pengetatan kebijakan akan selalu ada percobaan untuk melakukan penyelundupan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara berbagai pihak tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena memang pekerjaan mereka menyelundup, jadi kalau perubahan policy peningkatan kewaspadaan ya mereka juga akan makin canggih, jadi kita akan memperbaiki penanganan kita, intelijen kita, pajak dan bea cukai akan bersama-sama," jelas dia.
 
Komponen Harley-Davidson bekas yang diduga ilegal ditemukan dalam pesawat Airbus A330-900 oleh Bea Cukai. Selain itu, ditemukan pula dua unit sepeda Brompton baru dalam pesawat yang baru didatangkan oleh Garuda Indonesia dari Prancis tersebut.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menyebutkan pihaknya tengah melakukan investigasi. Rencananya, setelah investigasi selesai dalam waktu dua hari ini Bea Cukai akan ada melakukan konferensi pers.
 
"Lagi melakukan investigasi mendalam, penjelasan lengkap oleh pimpinan. Investigasi sama pihak pihak terkait. Satu sampai dua hari (investigasi diharapkan selesai)," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif