Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Sri Mulyani Beberkan Kerugian 7 BUMN

Ekonomi bumn pmn
Desi Angriani • 02 Desember 2019 13:30
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan kerugian tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menerima suntikan modal dari pemerintah pada 2018. Tujuh BUMN tersebut ialah PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (PT DI), PT Pertani, Perum Bulog, dan PT Krakatau Steel.
 
Ani, sapaannya, menjelaskan PT Krakatau Steel merugi karena beban keuangan selama konstruksi. Beban keuangan yang dicatatkan Krakatau Steel pada 2018 sebesar USD112,33 juta atau setara dengan Rp1,57 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per USD).
 
"Beban keuangan selama konstruksi (PT Krakatau Steel)," ungkapnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian PT PAL Indonesia mencatatkan kinerja keuangan negatif lantaran meningkatnya beban lain-lain hingga tiga kali lipat akibat kerugian nilai tukar dan kerugian entitas asosiasi.
 
Sementara Perum Bulog, Ani menyebut terdapat kelebihan pengakuan pendapatan atas penyaluran Rastra sehingga Bulog harus melakukan pembebanan koreksi pendapatan di 2018. Bulog pun mencatatkan rugi sebesar Rp961,78 miliar di akhir tahun lalu.
 
Lebih lanjut, PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani mencatatkan kerugian rugi Rp182,54 miliar per akhir 2018 karena inefisiensi bisnis, beban bunga, dan perubahan kebijakan pemerintah dalam mekanisme pengadaan benih.
 
Sedangkan pembatalan kontrak dan order tidak mencapai target dialami oleh PT Dirgantara Indonesia. Tercatat per akhir 2018 PT DI merugi hingga Rp961,78 miliar dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya yang masih mencatatkan laba sebesar Rp68,16 miliar.
 
"PT Dok Kodja Bahari mencatatkan rugi Rp272,87 miliar akibat beban administrasi dan umum yang terlalu tinggi yakni 58 persen dari pendapatan," terangnya.
 
Pada 2015 dan 2016, terdapat delapan BUMN yang merugi dan 33 BUMN meraih laba. Sementara pada 2017, BUMN yang meraih laba meningkat menjadi 38 perseroan dan tiga BUMN mencatatkan pertumbuhan negatif. Namun jumlah BUMN yang meraih untung di 2018 kembali turun menjadi 34 perseroan dan tujuh BUMN kinerja keuangnnya merosot.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif