Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto : Medcom/ Suci Sedya
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto : Medcom/ Suci Sedya

Penempatan Wamen BUMN sebagai Komisaris untuk Wakili Pemerintah

Ekonomi bumn Pergantian Direksi BUMN Erick Thohir
Suci Sedya Utami • 21 Februari 2020 17:42
Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan alasan penempatan wakil menterinya di jajaran komisaris perusahaan pelat merah. Posisi tersebut untuk mewakili pemerintah dalam mengawasi kinerja BUMN.

Saat ini Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin merangkap jabatan sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Sementara Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menduduki posisi Komisaris Utama PT BRI (Persero).
 
Erick menyebut kebijakan tersebut sudah ada di masa pemerintahan sebelumnya. "Perwakilan pemerintah dan itu bukan kebijakan baru," kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Februari 2020.
 
Penempatan Tiko di posisi Komisaris Utama BRI dari sebelumnya Komisaris Utama PT Bank Mandiri lantaran ia memiliki jenjang karier sebagai Direktur Utama Bank Mandiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, BRI yang fokus memberikan kredit pada masyarakat kecil sejalan dengan keinginan Kementerian BUMN dalam mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
 
"Ada salah saru yang didiskusikan Kementerian BUMN bagaimana BRI bersinergi dengan UKM-UKM seperti Mekaar dan lain-lain. Ini yang lagi kita programkan salah satunya di BRI dengan network-nya," ujar Erick.
 
Sementara itu, Budi memiliki pengalaman dan latar belakang di sektor energi sehingga pantas mengisis posisi di tubuh Pertamina.
 
Kemudian Susyanto ditunjuk sebagai Sektretaris Kementerian BUMN karena merupakan Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM. Susyanto diyakini memahami bidang energi yang kapasitasnya mulai dari PT Pertamina (Persreo) hingga PT PLN (Persero).
 
"Kalau saya mesti mengulang (belajar) saya enggak punya cukup waktu untuk baca semua, karena itu pilihannya juga kenapa Sesmen dari Kementerian ESDM," tambah dia.
 
Lebih lanjut, sosok Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang akrab disapa Yenny Wahid ditempatkan sebagai Komisaris Independen di PT Garuda Indonesia. Yenny dinilai pantas mewakili publik untuk mengawasi kinerja Garuda.
 
"Ketika saya bicara dari hati ke hati kan simple, Ibu Yenny enggak wakilin saya, Ibu wakilin publik. Apalagi di Garuda tidak hanya ada isu korporasi," jelas Erick.
 
Sebelumnya, anggota Komisi VI Fraksi PDI-Perjuangan Mufti Anam mempertanyakan langkah Erick yang menempatkan dua Wakil Menteri BUMN di jajaran kursi komisaris perusahaan pelat merah.
 
Menurut Mufti, Wakil Menteri sudah seharusnya mengawasi kinerja perusahaan negara tanpa harus menjabat sebagai komisaris. Apalagi Erick telah membagikan tugas wakil menteri sesuai sektor dan bidangnya masing-masing.
 
"Wakil Menteri kan memang sudah seharusnya mengawasi kinerja perusahaan BUMN," kata Mufti dalam rapat kerja dengan Komisi VI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Februari 2020.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif