Bank Indonesia. Foto : MI.
Bank Indonesia. Foto : MI.

BI Optimistis Mayoritas Pembayaran di Jabar Gunakan QRIS

Ekonomi bank indonesia
Octavianus Dwi Sutrisno • 11 Februari 2020 21:36
Depok: Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan, kepada seluruh Penyedia Jasa Sistem pembayaran (PJSP) wajib menggunakan Quick Response Indonesia Standar (QRIS). Aturan tersebut berlaku sejak 1 Januari 2020 lalu.
 
Kepala Tim Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusi Kantor Wilayah Bank Indonesia Jawa Barat, Hermawan mengatakan terhitung hingga saat ini ada 18 PJSP yang siap berafiliasi dengan sistem QRIS.
 
"Kita pantau soal ini, per 1 Januari 2020 seluruh PJSP di Jabar (18) harus menggunakan QRIS. Tidak hanya E-Wallet DANA yang lainnya harus 100 persen bisa menggunakan sistem itu," ucap Hendrawan saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 11 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Target dari QRIS adalah mendukung sistem pembayaran yang mengarah pada ekonomi digital. Diakuinya, standar kode QR Nasional tersebut akan menjembatani masyarakat bertransaksi secara aman, nyaman, dan praktis.
 
"Kita sempat membuat sisi sistem pembayaran hingga 2025. Nah, QRIS terpilih menjadi instrument atau pilihan kanal pembayaran bagi masyarakat," bebernya.
 
Saat ditanya mengenai waktu sosialisasi sistem tersebut, Hermawan tidak menampik akan memakan waktu yang cukup panjang. Pasalnya sesuatu hal baru maka akan butuh tenaga ekstra untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
 
"Sesuatu yang baru butuh awareness, kalau merasa menguntungkan atau bermanfaat tentu akan digunakan. Ini ada tahapannya dan tiap segment butuh edukasi yang berbeda," paparnya.
 
Namun dirinya mengaku optimistis untuk seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai akan menggunakan sistem QRIS.
 
"Kalau yang masih belum (menggunakan QRIS) ini hanya masalah waktu saja. Karena proses pengalihan saja. Tapi sejak ditetapkan, seluruh PJSP sudah mulai menyelaraskan," pungkasnya.
 
Sementara itu, secara terpisah Filianingsih Hendarta, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), mengatakan ada empat penyelenggara dompet elektronik yang mulai bergerak mengikuti sistem QRIS.
 
"Yang sudah menggunakan channel QR dengan QRIS adalah BNI dan EDIK," terangnya.
 
Dirinya mengatakan yang perlu dipahami bahwa instrumen pembayaran retail terdiri dari Kartu Kredit, Kartu ATM/Debet, dan Uang Elektronik.
 
"Sementara dompet elektronik sesuai PBI No. 18/40/PBI:2016 tentang Penyelenggaraan Transaksi Pembayaran adalah layanan elektronik untuk menyimpan data instrumen pembayaran a.l APMK dan UE," pungkas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif