Ketua Umum MES DKI Jakarta Rezza Artha. (FOTO: Medcom.id)
Ketua Umum MES DKI Jakarta Rezza Artha. (FOTO: Medcom.id)

MES: Baru 100 dari 1.000 Industri Bersertifikat Halal

Ekonomi sertifikasi halal Masyarakat Ekonomi Syariah Sertifikat Halal
Kautsar Widya Prabowo • 22 Maret 2018 15:06
Jakarta: Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta mengungkapkan saat ini banyak pelaku industri yang belum melampirkan sertifikat halal. Hal tersebut terkait fokus MES untuk membangun industri ekonomi syariah di ibu kota.
 
"Dari 1.000 industri baru ada kurang lebih 100 industri yang memiliki sertifikasi halal," ujar Ketua Umum MES DKI Jakarta Rezza Artha, usai MoU Edukasi Industri Halal bersama Medcom.id, di Gedung Metro TV, Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.
 
Ia menambahkan minimnya industri yang terverifikasi halal tersebut lantaran kurangnya dukungan dari pemerintah. "Dukungan pemerintah yang kurang, tapi kami melihat tahun ini Insyaallah pemerintah provinsi akan lebih fokus," tambah dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dorongan sertifikasi halal pada sektor industri seperti kuliner diharapkan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaku usaha kuliner, sehingga ekonomi pada sektor tersebut dapat meningkat.
 
"Sertifikasi halal dapat memberikan kepastian dan ketentraman konsumen untuk mengonsumsinya," tambahnya.
 
Lembaga yang konsen terhadap kehalalan produk di Indonesia, I‎ndonesia Halal Watch, telah menjalankan riset pengawasan terhadap seluruh restoran di Indonesia. Dari hasil riset yang ada, setidaknya ada 3.040 restoran yang belum mempunyai sertifikat halal.
 
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch Ikhsan Abdullah, dari sebanyak 3.081 restoran yang ada di Indonesia yang bersertifikat halal hanya 46 restoran, sedangkan sisanya 3.040 restoran belum mempunyai sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
 
Ikhsan berharap pelaku usaha (pengusaha) restoran bisa mendaftarkan sertifikasi halal. Pasalnya, mayoritas masyarakat yang ada di Indonesia memeluk agama Islam.
 
"Kami harap seluruh restoran yang jual produk tidak halal, bukan hanya dicantumkan di menu. Tapi juga banner yang ada di luar agar bisa diketahui oleh masyarakat luas," pungkas Ikhsan.
 
 
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif