NEWSTICKER
Ilustrasi (MI/Gino)
Ilustrasi (MI/Gino)

Pemerintah Disarankan Tingkatkan Kapasitas Produksi Petani Garam

Ekonomi garam produksi garam impor garam
22 Januari 2019 12:03
Jakarta: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyarankan pemerintah meningkatkan kapasitas produksi petani garam agar hasil produksi dapat digunakan untuk kebutuhan industri. Dengan adanya peningkatan kapasitas petani diharapkan kedepannya hasil produksi garam lokal bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan industri.
 
"Sehingga pasar mereka semakin luas dan tidak hanya untuk garam konsumsi saja," kata Peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.
 
CIPS menyatakan selama ini kebutuhan garam industri hanya dipenuhi melalui impor. Impor garam ini tidak lepas dari belum mampunya para petani garam lokal untuk memenuhi kebutuhan industri. Selain itu, harga garam lokal juga relatif lebih mahal daripada garam impor dan kualitasnya juga masih berada di bawah garam impor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Garam industri harus harus memenuhi ketentuan tertentu yang dibutuhkan. Sejumlah kegiatan yang meningkatkan kapasitas produksi petani garam yakni mengenalkan teknologi bercocok tanam secara teori maupun praktik, melibatkan iptek, dan membuka kesempatan kepada para petani untuk belajar langsung ke negara-negara produsen garam besar di dunia.
 
Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kebutuhan garam industri untuk 2018 berjumlah sekitar 3,7 juta ton. Industri yang membutuhkan jumlah garam terbesar adalah industri petrokimia yaitu sebesar 1.780.000 ton.
 
Selanjutnya adalah industri pulp dan kertas yang membutuhkan pasokan garam industri sebesar 708.500 ton. Urutan ketiga adalah industri pangan yang membutuhkan pasokan garam industri sebesar 535.000 ton.
 
Selain itu, masih ada sederet industri yang membutuhkan pasokan garam industri, seperti pengasinan ikan, kosmetik, tekstil, sabun dan deterjen, pakan ternak, penyamakan kulit dan pengeboran minyak. Jumlah kebutuhan ini, kata Ilman, diperkirakan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatnya industrialisasi.
 
"Seharusnya potensi peningkatan pendapatan petani melalui garam industri bisa segera ditanggapi secepat mungkin. Memperluas lahan tambak garam tidak akan sepenuhnya efektif tanpa adanya peningkatan keterampilan produksi petaninya," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif