Acara PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Medcom/Nia.
Acara PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Medcom/Nia.

PNM Dukung UMKM Sosialisasi Merek

Ekonomi umkm pmn
Nia Deviyana • 26 Februari 2019 19:42
Jakarta: PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mendorong pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk melakukan branding terhadap produknya. Brand bisa dicirikan dengan nama atau simbol yang unik agar produk semakin dikenal luas.
 
"Tahun ini target kita mendorong pelaku UKM untuk melakukan branding, meningkatkan value produk agar penjualan meningkat. Kalau tahun lalu kami masih fokus bagaimana mereka menata usaha supaya lebih terstruktur seperti bagaimana membuat pembukuan dan sebagainya," ujar Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi dalam diskusi di Setiabudi One, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Februari 2019.
 
Hal tersebut didukung Aktivis Brand Lokal Arto Soebiantoro. Selain meningkatkan penjualan, branding bisa menjadi upaya menggerakan perekonomian daerah dengan penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita punya brand kuat kita bisa menambah lapangan kerja, mengurangi pengangguran. Yang punya brand juga jadi membayar pajak, itu artinya ikut membangun daerah," kata dia.
 
Arief pun berbagi tips kepada UKM yang hendak membangun brand. Dia bilang, tidak perlu menunggu usaha menjadi besar untuk bisa dikenal. Dia pun berpesan untuk tidak abai dalam menentukkan target pasar.
 
"Kita harus kenali produk kita. Pangsa pasar kita siapa. Lebih baik pangsa pasar tersegmentasi daripada kita menargetkan luas tapi enggak maksimal," kata pria yang pernah bekerja di perusahaan agensi ini.
 
Kemudian, brand biasanya semakin terkenal jika ada nilai historis atau memikiki sisi humanis kendati ini tidak menjadi hal wajib.
 
"Cerita ini yang bisa menjadi daya tarik karena dalam bisnis, sisi emosional tentu ada harganya. Sebagai contoh, tentu beda harga kain perca yang dijual tanpa ada kisah yang melatarbelakanginya, dibandingkan kain perca yang dijual untuk penggalangan dana bagi kaum difabel," beber dia.
 
Penyaluran Kredit
 
PNM pada tahun ini menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp15,4 triliun yang dibagi sebesar Rp10,4 triliun pada program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Rp4 triliun pada program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).
 
Terbukanya akses permodalan, kata Arief, juga bakal berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja di sektor UKM. Adapun PNM menargetkan total nasabahnya mencapai 4,37 juta pada tahun ini. Sementara tahun lalu, PNM mencatatkan total nasabahnya sebanyak 4,05 juta.
 
"Kalau setiap nasabah kita punya minimal 2 atau 3 karyawan saja, kita sudah menyediakan sedikitnya 8,5 juta lapangan kerja."
 
Untuk memperluas jaringan nasabah PNM juga berniat melakukan ekspansi yang pada tahun ini ditargetkan di Provinsi Bali, Kalimantan Tengah, dan Bangka Belitung.
 
"Kalau kita survei Bali Timur dan Utara masih ada keluarga prasejahtera. Persis di bawah kaki Gunung Agung. Memang ukuran mereka tidak miskin, tetapi rentan. Jika terjadi sesuatu mereka bisa jatuh," paparnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif