"Lahan sebesar itu akan dibangun di Sidoarjo dan digunakan sebagai lokasi pabrik. Ferrari meminta kami untuk meneyediakan tanah seluas 2000 ha. Tapi kami sudah deal untuk menyiapkan 1.000 ha saja, dan itu telah dibicarakan dengan pak Bupati Sidoarjo (Saiful Illah), dan beliau telah menyetujuinya," ujar Pakde Karwo, di Surabaya, Selasa (1/11/2016).
Meki Ferrari ini identik dengan mobil sport, lanjut Pakde Karwo, pabrik mobil yang berpusat di Italia itu akan memproduksi mobil sport utility vehicle (SUV). Dengan begitu, akan semakin beragram jenis mobil dengan pasar menengah tersebut.
“Mengenai berapa besaran dana yang diivestasikan oleh Ferrari. Besaran mengenai jumlah investasi ini akan dibicarakan kemudian hari, menyusul. Tetapi pastinya nilainya akan sangat besar. Dalam bisnis, kita tidak bisa langsung menentukan besarannya," katanya.
Selain berhasil menggaet Ferrari, Pemprov Jatim berhasil menggaet enam perusahaan dari Jepang sebagai investor ke Jatim sebesar USD152 juta. Enam pabrik dari negeri sakura ini bukan untuk mendirikan pabrik baru, melainkan perluasan saja. “Sebelumnya enam pabrik ini telah mendirikan pabrik di Tanggerang. Selanjutnya mereka akan memperluas di Jatim,” ungkapnya.
Keenam perusahaan ini nantinya aka berbeda kosentrasi bidang yang didigeluti. Diantaranya, perusahaan yang bergerak dibidang farmasi, jasa dan baja. "Rata-rata perusahaan akan di bangun di Mojokerto, Sidoajo dan Surabaya,” bebernya.
Para investor memilih lokasi pabrik di Jatim, dipercaya karena keunggulan wilayah Timur Pulau Jawa tersebut. Dari fasilitas yang dimiliki, Jatim menempati urutan kedua setelah Jakarta.
“Kalau untuk listrik, kita kelebihan 23 ribu mega watt (mw). Hanya saja pasokan gas, memang masih kurang,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News