Illustrasi. ANTARA FOTO/Teresia May.
Illustrasi. ANTARA FOTO/Teresia May.

Bangun Tiga Tol, Hutama Karya Masih Butuh Rp3,3 Triliun

Ekonomi jalan tol
Dian Ihsan Siregar • 03 November 2016 18:37
medcom.id, Jakarta: Manajemen PT Hutama Karya (Persero) membutuhkan dana segar sebesar Rp3,3 triliun. Dana itu untuk memenuhi kebutuhan pembangunan tiga ruas prioritas di tol Trans Sumatera yang sudah berjalan yakni Medan-Binjai, Palembang-Simpang Indralaya, Bakauheni-Terbanggi Besar. Adapun kebutuhan dana untuk membangun tiga tol tersebut sebesar Rp22 triliun.
 
Direktur Utama Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra mengungkapkan, untuk meraih dana investasi tiga tol, perusahaan akan menggunakan dua skema pendanaan, sebanyak 70 persen dari ekuitas dan 30 persen pinjaman. Untuk ekuitas, perusahaan baru sanggup mengumpulkan dana Rp12,1 triliun dari total kebutuhan Rp15,4 triliun.
 
"Proyek yang sudah jalan butuh Rp22 triliun, 70 persen dari ekuitas, 30 persen dari pinjaman. Ekuitas kita butuh Rp15,4 triliun untuk proyek yang sudah berjalan. Dari kebutuhan Rp15,4 triliun, kalau selesai PMN cair Rp2 triliun ditambah Rp3,6 triliun tahun lalu jadi Rp5,6 triliun. Lalu obligasi Rp6,5 triliun. Berarti kira-kira ekuitas Rp12,1 triliun, diperkirakan kekurangan ekuitas Rp3,3 triliun," kata I Gusti Ngurah Putra, ditemui di bilangan SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis (3/11/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kekurangan dana tersebut, diakuinya, bisa didapatkan dari banyak sumber. Sesuai dengan Peraturan Presiden, pemerintah akan menyediakan dukungan fiskal penuh bagi perusahaan berupa penanaman modal, penerbitan sekuritas, pinjaman atau hutang maupun instrumen lain yang mendapat jaminan penuh dari pemerintah.
 
‎"Sisanya Rp3,3 triliun darimana? Ada banyak skema, pemerintah akan berikan PMN, dari instrumen keuangan lain kalau tidak tidak bisa jalan," jelas I Gusti Ngurah Putra.
 
Pencarian kekurangan dana, sambungnya, tidak bisa ditargetkan waktunya. Tapi, yang jelas proses pembangunan empat ruas termasuk Pekanbaru-Dumai yang pembangunannya tertunda hingga 2017, dan bisa rampung pada 2019.
 
"Perpres sebutkan 2019 sudah harus selesai. Kita punya waktu dua tahun, Direktur keuangan dan Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN cari jalan keluar skema apa yang paling pas untuk mendanai," jelas dia.
 
Terkait rincian nilai investasi ketiga ruas tol, ‎yaitu Medan-Binjai sepanjang 18 km sebesar Rp1,6 triliun, Palembang-Simpang Indralaya sepanjang 28 km sebesar Rp3,3 triliun, dan Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 km memakan pendanaan sebanyak Rp17 triliun.
 
"‎Pekanbaru-Dumai kita baru mulai, ada hambatan selain pembebasan lahan juga tata ruang yang belum selesai. Pekanbaru-Dumai panjangnya 130 Km dengan investasi Rp16 triliun," pungkas dia.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif