Uang rupiah dicetak Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri). "Bahan baku impor dan nasional. Ada beberapa sumber, negara, dan tender,” kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, untuk uang kertas, salah satu bahan bakunya adalah penggunaan serat kapas. Serat kapas dinilai lebih lentur.
"Serat kapas ini dipakai dan sebagian ada. Lebih lentur dan tidak mudah sobek,” ujar Tirta. Ia bilang, pertimbangan pemilihan serat kapas sebagai bahan baku uang kertas rupiah salah satunya karena uang kertas yang mengandung serat kapas lebih tahan terhadap kemungkinan dicoret-coret.
Selain itu, pertimbangan lainnya adalah perilaku masyarakat dalam memelihara uang, khususnya uang kertas. “Masih ada budaya uang disimpan di saku pakaian atau disetrika. Kalau serat kapas, tidak rusak disetrika,” kata Tirta.
Beberapa negara di dunia menggunakan polimer sebagai bahan baku pembuatan uang kertas. Namun demikian, kata Tirta, BI memutuskan tidak menggunakan bahan tersebut karena sifatnya yang cenderung tidak tahan panas.
Sumber: Smart-money.co
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News