Salah satu novel karya Darwis 'Tere Liye' berjudul Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Salah satu novel karya Darwis 'Tere Liye' berjudul Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Penerbit Berharap Tere Liye Kembali

20 September 2017 11:26
medcom.id, Jakarta: Direktur Penerbitan PT Gramedia Asri Media Wandi S Brata membenarkan jika Darwis atau lebih dikenal dengan nama pena Tere Liye meminta penerbit Gramedia dan Republika tak mencetak ulang buku-buku yang Ia tulis. Pemberontakan atas pembebanan pajak yang terlalu tinggi terhadap profesinya adalah alasan novelis ini undur diri dari dunia penerbitan buku.
 
"Jadi sampai akhir tahun hanya menghabiskan apa yang sudah ada, menghabiskan stok, tidak mencetak ulang," ujar Wandi, dalam Economic Challenges, Selasa 19 September 2017.
 
Protes yang dilakukan Tere Liye disebut bukanlah yang pertama. Menurut Wandi, pihaknya juga sudah mulai melayangkan protes atas pembebanan pajak yang terlalu tinggi sejak tahun lalu.

Pihaknya bahkan membuat surat edaran berisi permintaan berikut simulasi perhitungan pajak yang sudah berlaku dan yang diharapkan para penulis ke depan. Surat-surat itu pun disebar ke pihak-pihak yang berkepentingan.
 
"Tapi memang belum masif. Karena unsur Tere Liye yang jadi salah satu pengarang best seller yang penggemarnya besar sekali, ini menjadi gelombang yang luar biasa," katanya.
 
Meskipun memutuskan untuk tak mempublikasikan bukunya secara fisik, Wandi mengatakan Darwis tak akan berhenti menulis. Namun Dia berharap penulis novel Hafalan Shalat Delisa itu kembali dan bisa bekerja sama lagi dengan para penerbit.
 
"Saya harap karena protesnya sudah direspon dengan baik oleh pemerintah, mestinya tidak perlu seperti itu. Karena efeknya akan kemana-mana, ke distributor, ke tokonya, dan macam-macam yang akan terlibat," jelasnya.
 
Sebelumnya, Tere Liye mengumumkan di postingan facebook miliknya bahwa tak akan lagi mencetak buku-buku yang Ia tulis karena tak mendapat keadilan pajak. Berikut tulisan yang ia posting:
 
Per 31 Juli 2017, berdasarkan permintaan kami, GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA dan REPUBLIKA Penerbit, efektif menghentikan menerbitkan seluruh buku Tere Liye. 28 judul tidak akan dicetak ulang lagi, dan buku-buku di toko dibiarkan habis secara alamiah. Diperkirakan per 31 Desember 2017, buku-buku Tere Liye tidak akan ada lagi di toko. Keputusan ini kami ambil mengingat tidak-adilnya perlakuan pajak kepada profesi penulis. Dan tidak pedulinya pemerintahan sekarang menanggapi kasus ini.
 
Insya Allah, buku-buku baru atau tulisan-tulisan terbaru Tere Liye akan kami posting lewat media sosial page ini secara gratis, dan atau akses lainnya yang memungkinkan pembaca bisa menikmatinya tanpa harus berurusan dengan ketidakadilan pajak. Kami akan tetap aktif dalam berbagai acara literasi, page facebook ini juga akan terus dijalankan seperti biasa.
 
Salam literasi buat semua. Mari terus menulis bahkan jika hanya bisa ditulis di atas daun-daun sekali pun.

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan