Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI/Ramdani.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI/Ramdani.

Erick Thohir Rangkul Menteri dan Wamen Kabinet Kerja Jadi Petinggi BUMN

Ekonomi Pergantian Direksi BUMN
Annisa ayu artanti • 25 November 2019 16:32
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membuka peluang mantan menteri dan wakil menteri kabinet sebelumnya menjadi direksi dan komisaris perusahaan BUMN.
 
Hal itu dikatakan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga usai penugasan Rudiantara, mantan menteri komunikasi dan informatika era kabinet kerja yang ditugaskan sebagai direktur utama PT PLN (Persero).
 
Ia mengakui, saat ini Erick Thohir tengah mencari sosok-sosok yang tepat dan dianggap bisa membuat perusahaan BUMN 'berlari'.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada kemungkinan mungkin wamen, bisa saja menteri. Kami lagi cari-cari mantan menteri mantan wamen untuk melengkapi BUMN kita lah," kata Arya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 25 November 2019.
 
Namun ia tidak menyebutkan menteri dan wakil menteri lainnya yang akan menjadi kandidat direksi perusahaan BUMN. Saat ini yang baru lolos tim penilai akhir (TPA) hanya Rudiantara sebagai dirut PLN.
 
"Lihat nanti. Ada lah beberapa," ucap dia.
 
Di sisi lain mengenai kursi direksi pelat merah yang masih kosong, Arya menyebutkan hanya tinggal PT Bank Mandiri Tbk. Kursi direktur utama Bank Mandiri akan diisi oleh sosok yang berasal dari internal perusahaan.
 
"Mandiri enggak mungkin dari menteri," tukas dia.
 
Sementara untuk kursi komisaris, berdasarkan catatan Medcom.id terdapat enam kursi komisaris yang saat ini kosong, di antaranya adalah kursi komisaris utama holding industri pertambangan atau Mind ID, komisaris Bank Mandiri, wakil komisaris utama BRI, komisaris Telkom, wakil komisaris BNI, dan komisaris PLN.
 
Kursi kosong pada jabatan komisaris tersebut terjadi karena pejabat sebelumnya yaitu deputi kementerian BUMN ditugaskan menjadi direksi perusahaan BUMN.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif