NEWSTICKER
Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland (kiri) bersama Direktur dan Chief Operating Officer Hans De Waal (kanan). Foto: dok Manulife
Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland (kiri) bersama Direktur dan Chief Operating Officer Hans De Waal (kanan). Foto: dok Manulife

Manulife Dorong Kinerja via Layanan Digital

Ekonomi manulife aset manajemen indonesia
Ade Hapsari Lestarini • 15 Januari 2020 11:45
Jakarta:Layanan digital menjadi salah satu pendorong kinerja sebuah perusahaan karena semakin majunya perkembangan teknologi. Tingginya pengguna internet yang mencapai 171 juta jiwa menjadi ceruk bisnis bagi perusahaan di seluruh dunia, tak terkecuali di bidang asuransi.
 
Agen asuransi tidak hanya dituntut mampu menjual produk asuransi, tetapi juga harus piawai dan bergaul erat dengan dunia digital agar tidak tertinggal. PT Manulife Indonesia pun mendongkrak kinerja perseroan dengan menggunakan aplikasi MiLearn.
 
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland mengatakan kehadiran MiLearn diharapkan dapat memudahkan tenaga pemasar menjalankan peran mereka.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu aplikasi ini dapatmemberi solusi perencanaan keuangan profesional dan berkualitas kepada seluruh nasabah," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Adapun manfaat aplikasi ini membuat para agen Manulife bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Serta dapat mengikuti semua materi pelatihan dan mengulanginya kembali jika diperlukan tanpa harus bertatap muka dengan trainer di ruang kelas.
 
"Waktu menjadi efisien. Dulu, harus ikut training tujuh hari dan harus menguasai semua materi. Sekarang, bisa menyesuaikan waktu untuk mempelajari materi pelatihan di aplikasi MiLearn tanpa mengganggu aktivitas kita. Kalau ada yang kelupaan, masih bisa kita pelajari lagi dari tutorial di aplikasi. Ini sangat membuat kita percaya diri saat bertemu calon customer," kata salah satu agen,Goppy Hutasoit.
 
Dongkrak Kinerja
 
Director and Chief Operating Officer Manulife Indonesia Hans De Waal menambahkan aplikasi ini merupakan alat untuk membantu para agen dalam melayani nasabah. Saat ini Manulife Indonesia memiliki 2,5 juta nasabah dan 7.000 agen di seluruh Indonesia.Hans menjelaskan materi dalam aplikasi MiLearn ini lebih detail dan komplit. Harapannya, para agen bisa mendapatkan apa yang dibutuhkannya dengan lebih baik sehingga mereka juga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi nasabah.
 
"Kami fokuskan semua layanan ini menjadi satu kesatuan yang menyeluruh yakni melakukan inovasi layanan maupun membekali para tenaga pemasar dan karyawan, sehingga tujuan perusahaan untuk terus memprioritaskan kebutuhan nasabah dapat terus terlaksana," kata dia.
 
Menurut Hans, bukti Manulife Indonesia fokus pada nasabah juga terlihat dari jumlah klaim yang dibayar. Berdasarkan data per November 2019, Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp5,3 triliun (unaudited) atau setara Rp15 miliar per hari atau Rp608 juta per jam kepada nasabah.
 
Kendati tidak memasang target khusus terkait peningkatan penjualan, tetapi Hans mengakui bahwa dengan adanya fasilitas ini maka para agennya akan mendapatkan materi yang cukup sesuai kebutuhan mereka. "Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan penjualan juga," ujar Hans.
 
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia pada 2018 melaporkan perolehan laba sebesar Rp2,6 triliun. Pencapaian ini meningkat 170 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan, pendapatan premi bersih meningkat empat persen menjadi Rp9,2 triliun pada 2018. Selain itu, jumlah ekuitas juga naik sebesar empat persen menjadi Rp11,5 triliun.
 
Sementara itu, klaim yang dibayarkan kepada nasabah mencapai lebih dari Rp5,5 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp300 miliar dibayarkan untuk klaim kematian, Rp500 miliar klaim kecelakaan dan kesehatan, Rp800 miliar klaim jatuh tempo, dan unit link sebesar Rp380 miliar.
 
Manajemen Manulife Indonesia berharap, kehadiran layanan digital MiLearn akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan perusahaan. Selain mampu meningkatkan jumlah nasabah, Ryan juga berharap kehadiran aplikasi MiLearn ini mampu menaikkan angka penjualan Manulife Indonesia di 2020 ini.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif