?Kemenaker Gandeng Huawei Gelar Pelatihan Vokasi Telekomunikasi. (Foto: Dok. Kemenaker)
?Kemenaker Gandeng Huawei Gelar Pelatihan Vokasi Telekomunikasi. (Foto: Dok. Kemenaker)

Kemenaker Gandeng Huawei Gelar Pelatihan Vokasi Telekomunikasi

Ekonomi berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 18 Juli 2019 22:23
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menjalin kerja sama dengan PT Huawei TECH Investment untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi pada bidang telekomunikasi di berbagai Balai Latihan Kerja (BLK).
 
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemenaker Bambang Satrio Lelono dengan CEO of Huawei CNBG Indonesia Andy Ma Hui, di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Penandatanganan nota kesepahaman disaksikan oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi Ismail, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3), Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi Helmiati Basri, dan Vice President Organization Transformation Yang Jiangtao.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kerja sama ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pemerintah dalam rangka meningkatkan akses seluas-luasnya bagi para pencari kerja. Nantinya calon pekerja dapat memperoleh pelatihan keterampilan kerja bidang telekomunikasi di BLK," kata Bambang.
 
Kemenaker Gandeng Huawei Gelar Pelatihan Vokasi Telekomunikasi
(Foto: Dok. Kemenaker)
 
Bambang optimistis kerja sama Kemenaker dengan PT Huawei TECH Investment memiliki peran penting dalam hal penyerapan tenaga kerja yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
 
Kerja sama ini sejalan dengan kebutuhan. Diharapkan BLK dapat menggiatkan penyelenggaraan program pelatihan telekomunikasi BTS bagi para calon tenaga kerja, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar kerja dengan melibatkan pihak industri.
 
“Pentingnya melibatkan pihak industri agar link and match terhadap kebutuhan industri, terutama bidang telekomunikasi di pasar kerja dapat terpenuhi sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang diinginkan,” katanya.
 
Upaya tersebut merupakan bagian penting dalam rangka menyiapkan angkatan kerja yang mampu bersaing pada bidang telekomuniasi.
 
“Kami harap kerja sama ini mampu memperluas penciptaan lapangan kerja terutama bidang telekomunikasi dan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja Huawei dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Indonesia,“ ujar Bambang.
 
Senada dengan Bambang, Dirjen PPK dan K3 Kemnaker Sugeng Priyanto menilai kerja sama Binalattas dengan Huawei merupakan salah satu cara tepat dan strategis untuk menggerakkan dan mendorong para pemangku kepentingan, baik manajemen maupun pekerja untuk berpartisipasi aktif dalam perlindungan ketenagakerjaan, termasuk melaksanakan K3.
 
Sugeng memberikan apresiasi kepada Huawei sebagai penerima penghargaan SMK3 tiga tahun beruntun (2017, 2018 dan 2019) dengan kecelakaan nihil (zero accident). Penghargaan SMK3 tersebut tidak akan tercapai apabila kerja sama pelaksaan K3 antara Huawei dengan para pemangku kepentingan tidak berjalan secara baik.
 
"Karena salah satu indikator penilaian diantaranya harus bebas kecelakaan kerja, baik pada perusahaan itu sendiri, termasuk sub kontraktor yang melakukan sebagian pekerjaan, " ujar Sugeng.
 
Sementara itu, Andy Ma Hui mengatakan target peserta program pelatihan tersebut merupakan pencari kerja lulusan dari SD, SMK, hingga S1 yang berada di bawah binaan BBPLK Kemnaker. Program kolaborasi yang menjadi bagian dari program SmartGen tersebut merupakan tindak lanjut atas MoU yang disepakati Juli 2018 lalu.
 
"SmartGen ini merupakan komitmen Huawei dalam mengembangkan SDM trampil Indonesia guna meningkatkan kompetensi daya saing mereka menghadapi ketatnya pasar tenaga kerja di TIK, " ucap Andy.

 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif