Menko Maritim Luhut B Pandjaitan saat meninjau Stasiun LRT Harjamukti. Foto: Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno
Menko Maritim Luhut B Pandjaitan saat meninjau Stasiun LRT Harjamukti. Foto: Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno

Luhut Bandingkan Kehebatan LRT dengan MRT

Ekonomi proyek lrt
Octavianus Dwi Sutrisno • 14 Oktober 2019 03:21
Jakarta: Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan proyek Lintas Rel Terpadu (LRT) yang dikerjakan mulai dari Cibubur hingga Bekasi Timur (Jabodebek) akan lebih baik dibandingkan dengan Moda Raya Terpadu (MRT).
 
Hasil kinerja Kementerian Perhubungan berkolaborasi bersama sejumlah instansi terkait diakui Luhut tidak sia-sia. Terutama kata dia bila dilihat dari segi tekhnologi.
 
"Kita sudah lihat pekerjaan yang panjang, dan mulai memperlihatkan hasilnya. Hampir seluruh unsur (bahan baku) buatan dalam negeri (INKA). Ini merupakan, kemajuan yang luar biasa bagi putra Indonesia. Tekhnologinya juga generasi ketiga, sudah bagus dari MRT," kata Luhut saat tinjauan ke Stasiun LRT Harjamukti, Cimanggis, Depok, Minggu,13 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, menurut dia Presiden Republik Joko Widodo juga berapresiasi terhadap penyelesaian proyek LRT yang merupakan, salah satu karya anak bangsa. Ke depannya, evaluasi dan perbaikan untuk penyempurnaan moda transportasi moderen itu akan terus dilakukan.
 
"Saya tadi di Bogor sudah bertemu presiden, beliau senang dengan proses yang telah ditempuh (Proyek LRT). Kalau ada kekurangan sedikit tidak apa-apa, nanti akan terus diperbaharui asalkan tetap dalam negeri (bahan baku). Sambil diperbaiki juga kedepannya," beber Luhut.
 
Selain itu, kemajuan pesat juga terlihat dengan diangkutnya sejumlah trainset (gerbong) kereta ke lintasan LRT hari ini menandakan bahwa proyek tersebut nantinya akan sangat berguna bagi masyarakat.
 
"Nanti kita lihat percobaannya, 18 Oktober 2019 sekarang. Kita harapkan di Bulan November 2021 mendatang rampung secara keseluruhan," tegas dia.
 
Selanjutnya, pembangunan LRT akan sangat terasa manfaatnya selain sebagai solusi mengurangi kemacetan, moda transportasi itu juga diyakini mampu mengurangi polusi udara.
 
"Cost-nya 50 persen lebih murah itu sudah kita hitung. Ketika berfungsi (LRT) nantinya tidak akan menggangu kendaraan di darat juga, karena dibuat melayang. Tentunya kemacetan berkurang, apalagi kalau dihitung enam rangkaian LRT mampu mengangkut 1500 penumpang," pungkas Luhut.

 

(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif