Ilustrasi. Foto : MI/Adam Dwi.
Ilustrasi. Foto : MI/Adam Dwi.

Pemerintah Ubah Kebijakan KUR 2020

Ekonomi kur
Desi Angriani • 22 Januari 2020 05:25
Jakarta: Pemerintah mengubah kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2020 demi mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kebijakan ini penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan.
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan terdapat empat poin kebijakan yang dirubah pemerintah tahun ini. Di antaranya, menurunkan bunga KUR menjadi enam persen dari sebelumnya tujuh persen.
 
Sementara subsidi bunga tetap 10,5 persen untuk KUR Mikro, KUR kecil sebesar 5,5 persen dan KUR TKI sebesar 14 persen. "Suku bunga turun, platfon naik, kita setting KUR lima tahun ke depan," ungkapnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iskandar menjelaskan kebijakan selanjutnya adalah mengubah target penyaluran KUR menjadi Rp190 triliun atau naik 36 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp140 triliun.
 
Untuk plafon KUR mikro juga dinaikkan dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta. Total akumulasi plafon KUR Mikro sektor perdagangan ditingkatkan dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta hanya untuk Debitur KUR Baru.
 
"Target KUR Sektor Produksi tetap sebesar minimal 60 persen," terangnya.
 
Ia menambahkan rendahnya penyaluran KUR di sektor produksi bakal digenjot melalui program one village one product (OVOP) dengan pola pengelolaan secara cluster yang basis pembiayaannya menggunakan KUR khusus.
 
"Tidak mudah salurkan kredit. Sejak era mantan Menko Perekonomian Darmin Nasution, target KUR produksi ditingkatkan terus menjadi 60 persen. Banyak bank keberatan. Karena sadar susah, maka ciptakan KUR khusus berbentuk kluster," pungkas dia.
 
Selain KUR, Pemerintah juga memiliki Program Mekaar, Ultra Mikro (Umi) dan Program Kemitraan Ekonomi Umat untuk pembiayaan usaha mikro. Program Mekaar yaitu pemberdayaan berbasis kelompok bagi perempuan pra sejahtera pelaku usaha super mikro. Plafon pinjamannya antara Rp2 juta-Rp 5 juta dan ini diberikan secara bertahap tanpa agunan.
 

Ultra Mikro (UMi), yaitu program lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang sulit memperoleh akses kredit perbankan. Plafon maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Konsep pembiayaan UMi yaitu dengan pembentukan kelompok dan pendampingan untuk memfasilitasi masyarakat yang tidak memiliki agunan.
 
Sementara, Program Kemitraan Ekonomi Umat (PKEU) yakni program kemitraan antara umat (kelompok masyarakat yang tinggal di pondok pesantren, di sekitar pondok pesantren maupun masyarakat umum, khususnya UMKM) dengan kelompok usaha besar.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif