Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso - - Foto: Medcom.id/ Ilham Wibowo

Buwas Ancam Pegawai Bulog Telan Kutu Beras

Ekonomi bulog budi waseso
Ilham wibowo • 04 Juli 2019 15:31
Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menegaskan tak akan segan-segan menindak jajarannya yang melakukan kesalahan. Penyaluran produk pangan nasional perlu dipastikan memiliki kualitas terbaik.
 
"Kalau tega harus tega, saya tidak mau lagi ada penyimpangan, memberikan sesuatu kerja sama dengan oknum yang akhirnya ditangkap," kata Buwas ditemui di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Masalah mantan pegawai yang pernah terlibat masalah hukum saat menjabat di Bulog pun jadi pelajaran penting. Seluruh tugas yang diamanahkan mesti dilakukan dengan baik seperti menjaga kualitas beras program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini pelajaran mahal yang tidak boleh terulang, saya tidak mau lagi ada penyaluran BPNT yang kualitasnya rendah. Hati-hati saya sampaikan pada jajaran saya kalau ada beras yang berkutu ada berulat saya suruh telan," ungkapnya.
 
Mantan Kabareskrim Polri ini mengaku dirinya ditempatkan di Bulog untuk menjaga amanah negara di bidang pangan. Bulog punya kewajiban berpihak kepada masyarakat kecil dengan serap pangan dari petani supaya tidak ada yang dirugikan dalam mendukung program negara.
 
"Kita ini yang jalankan amanah, jadi harus all out, tolong perhatikan betul. Saya janji jangan main-main dengan masalah ini, saya tidak ingin ada permainan dalam bentuk apapun di jajaran saya," tegas purnawirawan jenderal bintang tiga Polri ini.
 
Ia juga menegaskan dirinya tak bisa diintervensi dengan niat jahat dari oknum yang tak sejalan dengan arah pembangunan negara. Bulog pun saat ini dijadikan sarana untuk tetap megabdi pada negara lantaran tugas dan fungsinya mengelola pangan nasional.
 
"Dalam kepolisian saya tidak pernah simpangkan apapun, suap narkoba tidak berhasil, sekarang juga tidak berhasil karena sumpah jabatan saya. Saya hanya takut pada Allah, saya tidak pernah ragu hadapi kejahatan," kata Buwas.
 
Sebelumnya, Bulog menyepakati kepastian tugas dalam mengelola bantuan (Bansos) sosial pangan dari Kementrian Sosial. Bulog ditunjuk sebagai koordinator penyalur utama bantuan sosial pangan terutama komoditas beras. Nantinya, Bulog juga akan mengelola penerimaan penyaluran beras untuk BPNT yang tambahannya berasal dari pihak swasta.
 
Beras Bulog yang akan diserap untuk program BPNT juga porsinya akan lebih besar. Pada semester II 2019 sebanyak 700 ribu ton beras dengan kualitas terbaik akan disalurkan secara nasional.
 
Kesepakatan ini memungkinkan Bulog menyerap lebih besar dari gabah salah negri. Bulog pun optimistis panen raya pada bulan mendatang akan lebih menguntungkan bagi para petani lokal lantaran harga jual yang lebih stabil dengan adanya alur distribusi tersebut.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif