Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Walhi Nilai Pemberlakuan Cukai Plastik Tidak Efektif

Ekonomi Cukai Plastik
Nia Deviyana • 10 Juli 2019 17:51
Jakarta: Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai pemberlakuan cukai plastik tidak efektif untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang tidak ramah lingkungan. Organisasi nonprofit tersebut menilai pemberlakuan cukai plastik, apalagi disertai aturan berdasarkan gradasi plastik bakal rentan dimanipulasi oleh industri.
 
"Rawan dimanipulasi (tingkat keramahannya terhadap lingkungan), dan tidak bisa dilakukan penegakan hukum serta monitoring yang baik," ujar Direktur Eksekutif Walhi Nurhidayati usai mengisi diskusi di Kekini, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juli 2019.
 
Nurhidayati berpendapat untuk mengurangi sampah plastik berbahaya pemerintah mestinya memberlakukan pelarangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi lebih baik dilarang saja dari awal. Kalau demikian kan jelas, apabila nantinya ditemukan menggunakan (plastik tidak ramah lingkungan) artinya melakukan tindakan ilegal. Kalau diberlakukan cukai kita sudah belajar dari kantong plastik berbayar, itu tidak efektif," paparnya.
 
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan pengenaan tarif cukai plastik pada industri maupun masyarakat sebagai upaya pemerintah dalam mengendalikan dan mengurangi sampah plastik. Usulan terkait cukai plastik disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.
 
Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Kemenkeu Nirwala Dwi Heryanto menjelaskan besaran tarif cukai plastik yang diusulkan bervariasi, tergantung tingkat keramahan terhadap lingkungan. Hal tersebut diukur dari berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurai kantong plastik tersebut.
 
Dengan demikian, artinya besaran tarif cukai yang dikenakan pada plastik akan berbeda-beda sesuai gradasinya, bahkan ada plastik yang dibebaskan dari cukai.
 
"Gradasinya yang paling tidak ramah lingkungan itu tarif normalnya Rp30 ribu per kilogram (kg) atau Rp200 per lembar. Ada juga Rp150 per lembar, itu yang 0,75 mikron ketebalannya, yang tipis-tipis," jelas Nirwala, saat ditemui di Gedung Kementerian Perindustrian, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Adapun tarif cukai plastik berbeda-beda juga untuk plastik tertentu. Plastik mi instan, misalnya, tidak dikenakan cukai karena belum tergantikan.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif