Ilustrasi - - Foto: dok MI
Ilustrasi - - Foto: dok MI

BNI Syariah Catat Kinerja Positif di 2019

Ekonomi bni syariah
Annisa ayu artanti • 08 Februari 2020 12:19
Jakarta: BNI Syariah mencatat laba bersih Rp603,15 miliar sepanjang 2019. Angka ini naik 44,96 persen dibandingkan 2018 yang sebesar Rp416,08 miliar.

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan kenaikan laba didorong oleh ekspansi pembiayaan dan kenaikan dana murah yang optimal sehingga rasio efisiensi menjadi lebih baik.
 
Tercatat, sepanjang 2019 BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp32,58 triliun. Jumlah tersebut naik 15,13 persen dari posisi 2018 yang sebesar Rp28,30 triliun.
 
Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp15,33 triliun atau 47,1 persen dari total pembiayaan. Lalu segmen komersial sebesar Rp8,72 triliun atau 26,8 persen dan segmen kecil dan menengah sebesar Rp6,58 triliun atau 20,2 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alhamdulillah, BNI Syariah mencatatkan Laba Bersih Rp603,15 miliar pada akhir tahun 2019," kata Firman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 8 Februari 2020.
 
Lebih lanjut, Firman menjelaskan rasio efisiensi perusahaan pada 2019 juga terus membaik. Hal itu tercermin dari rasio Beban Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) dan Cost to Income (CIR) yang mengalami penurunan dibanding tahun lalu.
 
"Perbaikan rasio efisiensi antara lain diperoleh melalui sinergi BNI Syariah dengan BNI Induk dalam hal layanan, operasional perbankan, dan optimalisasi marketing communication," sebutnya.
 
Dengan pertumbuhan laba tersebut, perusahaan dapat meningkatkan rasio profitabilitas. BNI Syariah mencatat peningkatan ROE (Return on Equity) secara signifikan dari 10,53 persen menjadi 13,54 persen dan rasio ROA (Return on Asset) naik dari 1,42 persen menjadi 1,82 persen.
 
Dari sisi liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah pada 2019 mencapai Rp43,77 triliun, naik 23,31 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp35,50 triliun.
 
Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan Dana Murah (Giro dan Tabungan) sebesar 39,47 persen sehingga meningkatkan rasio CASA dari 55,82 persen menjadi 63,13 persen di akhir 2019.
 
"Pertumbuhan DPK BNI Syariah tersebut juga lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 15,23 persen year on year (data SPS per November 2019 BUS-UUS)," ucapnya.
 
Di sisi lain, kata Firman, jumlah rekening juga meningkat dari tahun 2018 sebesar 3,01 juta menjadi 3,44 juta di 2019. Dalam meningkatkan jumlah rekening perusahaan memiliki strategi yaitu menjalin kerja sama dengan dengan institusi, perguruan tinggi, sekolah, dan komunitas untuk pembukaan rekening baru.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif