Ilustrasi tempat pengisian bahan bakar listrik. Foto: Dok.MI
Ilustrasi tempat pengisian bahan bakar listrik. Foto: Dok.MI

Investasi Satu Unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Butuh Rp600 Juta

Ekonomi pln mobil listrik motor listrik
Amaluddin • 01 Maret 2020 16:13
Surabaya: PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur hadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) komersial pertama di Jatim. Nilai investasi yang dibutuhkan untuk membuat satu unit SPKLU itu mencapai sekitar Rp600 juta.
 
"Investasinya untuk satu unit mahal, kisaran Rp600 juta. Tapi kalau memang ada investor yang ingin bangun boleh saja, nanti bisa kita bantu," kata General manager PLN UID Jatim, Bob Saril, di Surabaya, Minggu, 1 Maret 2020.
 
Satu unit SPKLU komersial pertama di Jatim ini berlokasi di halaman kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) Embong Wungu, Jalan dr Soetomo, Surabaya. Bagi pemilik kendaraan listrik bisa melakukan pengisian listrik di stasiun tersebut tanpa dikenai biaya alias gratis. "Untuk saat ini kita gratiskan dulu. Tetapi kalau nanti animo masyarakat banyak, baru kena cas," kata Bob.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam satu unit SPKLU itu, terdiri dari dua unit charger yang bersifat fast charging, dan normal charging yang telah memenuhi standar Electric Vehicle Eropa maupun Jepang. Untuk pengisian dengan unit fast charging membutuhkan waktu sekitar dua jam, sementara untuk pengisian normal sekitar enam hingga delapan jam.
 
"Ini ada dua colokan, waktu isinya untuk penuh itu butuh waktu sekitar setengah jam atau 30 menit," katanya.
 
Hingga saat ini, ada delapan unit SPKLU tersebar di berbagai daerah di Indonesia, yaitu di empat titik di Jakarta, dua titik di Bandung, dan satu titik masing-masing di Bali dan Surabaya. Rencananya, kedepannya PLN akan menambah unit SPKLU komersial di berbagai daerah di Jatim khususnya dan Indonesia umumnya.
 
"Tahun ini kita coba satu unit, tapi tidak menutup kemungkinan bertambah, tergantung animo masyarakat. Percuma bikin banyak tapi minta masyarakat untuk mobil listrik rendah, jadi kita lihat perkembangan nanti," ujarnya.
 
Bob berharap dengan adanya SPKLU ini, dapat meningkatkan operasional kendaraan berbasis listrik, sehingga dapat mengurangi polusi udara. Saat ini, kata Bob, pengguna kendaraan listrik di Indonesia masih rendah, sehingga perlu keterlibatan pemerintah agar pengguna kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang.
 
"Kami berharap pemerintah membuat kebijakan khusus, misalnya mendorong industri atau impor yang sifatnya low cost. Sehingga bisa menjadi kendaraan massa, apalagi ini kendaraan ramah lingkungan," pungkas Bob.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif