"Industri baja, sebagian kertas, keramik, dan kaca sayangnya sudah ada beberapa yang berhenti. PT Krakatau Steel pun sudah mengurangi kegiatan pemanasannya karena butuh gas banyak, sedangkan harga masih mahal," ucap Airlangga, di Jakarta, Selasa (25/10).
Menurut Airlangga, pihaknya masih akan menyinkronkan penghitungan harga gas dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas). Airlangga pun menargetkan sinkronisasi harga gas tersebut bisa kelar bulan depan. (Media Indonesia)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News