Pelaku Industri Harus Optimistis Melihat Peluang di Tahun Politik

Eko Nordiansyah 06 Desember 2018 17:41 WIB
mark plus
Pelaku Industri Harus Optimistis Melihat Peluang di Tahun Politik
Founder & Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Markplus Inc menilai pelaku usaha harus bisa melihat peluang untuk terus bertumbuh di tahun politik pada 2019. Meski akan banyak ketidakpastian, namun bukan berarti tidak ada peluang sama sekali yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Hal ini disampaikan Founder & Chairman Markplus Inc Hermawan Kartajaya dalam Markplus Conference 2019. Kegiatan yang mengambil tema 'Political Year: Battle for Growth' ini diharapkan menjadi navigasi, referensi, serta strategi dalam mempersiapkan bisnis di tahun depan.

"Karena pelaku bisnis wait and see, menunggu kepastian politik untuk melanjutkan bisnis tapi bukan berarti momen ini tidak bisa dimanfaatkan. Justru harus dicari kesempatan atau kesempatan untuk terus tumbuh," kata Hermawan di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

Dirinya menambahkan, tema konferensi tahun ini juga bisa menjadi panduan bisnis dalam menentukan strategi, terutama marketing. Dalam masa pemilu yang digelar pertengahan tahun, pelaku bisnis biasanya menunggu hingga paruh kedua agar dapat kepastian pemerintahan akan datang.

"Namun justru di paruh pertama itu kesempatan datang, sebagai waktu tepat untuk merencanakan strategi menghadapi paruh kedua dengan lebih matang. Dan di paruh kedua adalah momentum untuk mengambil aksi dan tancap gas agar pertumbuhan terpacu," jelas dia.

Untuk itu, ada tiga hal yang menjadi kunci pertumbuhan, yaitu scenario marketing, millenial branding, dan digital selling. Scenario marketing yaitu perencanaan matang, cermat, tepat disertai strategi yang bisa direalisasikan, sedangkan millenial branding berarti produk yang menyasar kaum milenial sebagai pasar terbesar.

"Pendekatannya berbeda, tidak bisa kita pakai iklan konvensional saja, tapi harus bisa brand engage dengan mereka. Media sosial harus dimaksimalkan. Terakhir, digital selling, mau sudah kuat di offline, harus punya kanal penjualan online. Kuat di offline juga online," ungkapnya.

Penghargaan The Best Marketing Minister Tourism of ASEAN

Dalam konferensi tahun ini, Markplus juga memberikan apresiasi kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai The Best Marketing Minister Tourism of ASEAN. Arief Yahya dianggap berhasil memasarkan pariwisata Indonesia sehingga menjadi salah satu core pembangunan negara.

Selain itu, Markplus juga memberi penghargaan bagi pemasar terbaik setahun terakhir, yaitu Marketeer of The Year. Mulai dari meningkatkan brand awareness, membawa perusahaan keluar dari kesulitan, sampai yang sukses mempertahankan tradisi kinerja baik melalui berbagai transformasi bisnisnya.

Tahun ini Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Suprajarto dinobatkan sebagai Marketeer of The Year. Dirinya dianggap mampu mengangkat kinerja BRI dengan karakternya yang dikenal low profile dan tidak banyak bicara.

"Ia tidak banyak terekspos tapi menarik perhatian berkat prestasi-prestasinya. Mulai dari transformasi bisnis yang dilakukan dalam waktu singkat, kinerja fenomenal, dan menjadi nomor satu tidak hanya dari segi aset, tetapi juga dalam pengumpulan dana tabungan," pungkas Hermawan.

Dalam Markplus Conference 2019, terdapat apresiasi INA Entrepreneur Award 2018, yaitu penghargaan bagi kepala daerah yang dianggap berprestasi dalam mengembangkan entrepreneurship di wilayahnya. Penilaian terdiri dari pengentasan kemiskinan, pengembangan pariwisata, kesehatan, perdagangan, hingga investasi.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id