Direkrut Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda (ketiga dari kiri). (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Direkrut Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda (ketiga dari kiri). (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Kemendag Target 1.250 Pengusaha Ikut TEI 2019

Ekonomi kementerian perdagangan trade expo indonesia
Husen Miftahudin • 25 Maret 2019 14:40
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan 1.250 pengusaha ikut meramaikan gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019. Angka ini lebih besar ketimbang jumlah pelaku usaha yang meramaikan gelaran TEI 2018 sebanyak 1.100 orang.
 
"Kita target tahun ini 1.250 pelaku usaha membuka stan di TEI 2019 dengan barang-barang yang siap ekspor," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda dalam peluncuran TEI 2019 di Auditorium Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.
 
Selain jumlah pelaku usaha, Kemendag juga menargetkan untuk mendatangkan lebih banyak buyer dari negara-negara nontradisional, seperti Afrika, Asia Selatan, Asia Tengah, Eropa Timur, Amerika Selatan, dan Amerika Latin. Maklum, ekspor Indonesia lebih didominasi pasar utama seperti Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tahun ini kita mengharapkan TEI ini lebih banyak mendatangkan pasar buyer dari negara-negara nontradisional. Ini sesuai upaya diversifikasi pasar di luar pasar utama seperti Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat," beber dia.
 
Oleh karena itu ia meminta lebih banyak peran Kementerian Luar Negeri untuk berkontribusi mendatangkan buyer dari negara-negara nontradisional hadir di TEI 2019. Pasalnya, Kemendag hanya memiliki perwakilan di 44 negara dan atase perdagangan di 23 negara.
 
"Kita harapkan kehadiran Kemenlu bisa mendorong buyer untuk hadir di TEI. Sehingga diharapkan jumlah buyer bisa lebih banyak lagi," ungkapnya.
 
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, TEI berhasil mendatangkan para buyer dari negara-negara nontradisional, seperti Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Sementara total transaksi tercatat didominasi berasal dari Arab Saudi, India, dan Mesir.
 
Di 2018, TEI juga berhasil membukukan transaksi sebanyak USD8,49 miliar atau naik lebih dari lima kali lipat dari target transaksi TEI 2018 sebesar USD1,5 miliar. TEI 2018 mencatatkan jumlah pengunjung pameran sebanyak 33.333 orang dari 132 negara.
 
TEI 2019 merupakan gelaran yang ke-34 ini. Tahun ini, ajang pertemuan business to business (b to b) terbesar di Indonesia ini bakal diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, pada 16-20 Oktober 2019.
 
TEI 2019 akan menampilkan produk dan jasa Indonesia pada zona produk potensial dan unggulan nasional, antara lain produk kuliner, produk lokal unggulan, produk premium dan kreatif, jasa dan produk manufaktur, produk makanan dan minuman, serta furnitur dan produk dekorasi rumah.
 
Selain pameran dagang, TEI 2019 juga akan menyuguhkan berbagai kegiatan pendukung antara lain Trade, Tourism, and Investment (TTI) Forum; penjajakan kesepakatan dagang (business matching); klinik bisnis; diskusi regional; misi dagang mancanegara dan lokal; kompetisi usaha perintis berorientasi ekspor; dan gelar wicara (talkshow).
 
Selain itu, akan digelar juga acara penganugerahan Primaniyarta Award dan Primaduta Award. Primaniyarta Award merupakan penghargaan kepada eksportir yang dinilai penting berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi teladan bagi eksportir lain.
 
"TEI bertujuan mempromosikan produk nasional berkualitas yang diproduksi di Indonesia ke pasar global. Kami optimistis bahwa hasil TEI 2019 akan berkontribusi signifikan bagi kinerja ekspor Indonesia, baik jangka pendek maupun panjang," tutup Arlinda.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif