Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Kemenko Perekonomian)

Cara Pemerintah Tekan Kenaikan Harga Beras

Ekonomi beras stok beras bulog
Ilham wibowo • 28 Desember 2018 09:35
Jakarta: Pemerintah bakal menggelar Operasi Pasar (OP) berskala besar untuk menekan kenaikan harga beras. Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog pun diminta keluar agar terserap maksimal oleh masyarakat.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberi instruksi untuk menambah pasokan beras untuk operasi pasar. Mestinya, Bulog mampu menyalurkan 15 ribu ton beras per hari dengan harga Rp8.500 per kilogram.
 
"Memang itu pernah diminta 15 ribu, tapi ya Bulog rata-ratanya operasi pasarnya hanya 2 ribu sampai 3 ribu (ton per hari)," ucap Darmin, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, Darmin memahami Bulog tak akan mudah memenuhi target operasi pasar tersebut. Selain menjaga kelangsungan dangan beras lokal, masyarakat sebagai pembeli juga memiliki preferensi merek beras tertentu untuk dikonsumsi.
 
"Memang (penyerapan) rendah karena ya itu tadi, msyarakat punya preferensi maunya merek ini, merek itu. Bagaimana penetrasi ke situ, itu tidak mudah," ungkapnya.
 
Pedagang retail beras yang ditunjuk Bulog pun menjadi kendala lain dalam penyerapan beras pemerintah. Patokan harga yang rendah membuat para distributor semisal di Pasar Induk Cipinang ogah melakukan penjualan saat diminta hanya mengambil keuntungan Rp300 per kg.
 
"Dia (pedagang retail) maunya itu untungnya paling sedikit Rp500 per kg, mendekati Rp1.000 per kg. Nah ini semua yang membuat kendala juga untuk menaikkan operasi pasar naik 15 ribu," paparnya.
 
Darmin memastikan tak ada beda kualitas beras Bulog dan beras lokal yang dijual di pasar retail. Karenanya, ia menyarankan masyarakat tak perlu khawatir untuk mengonsumsi beras Bulog.
 
"Bulog itu kualitasnya sedang bagus-bagusnya, karena dia itu berasnya sebenarnya premium, dijual harga medium. Lebih bagus dari medium kita karena itu beras impor. Ya tapi Bulog itu selalu mengutamakan operasi pasar dengan pengadaan dalam negeri," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif