Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)

Indonesia dan Pelaku Usaha Mercosur Sepakat Tingkatkan Perdagangan

Ekonomi kementerian perdagangan Indonesia-Argentina
Ilham wibowo • 14 Mei 2019 12:49
Buenos Aires: Pelaku usaha dari anggota Mercosur sepakat meningkatkan kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Kawasan negara di Amerika Selatan itu dinilai potensial untuk memperluas pasar ekspor Tanah Air.
 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian perdagangan dunia saat ini, Indonesia memberi perhatian khusus pada peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara pasar nontradisional Indonesia seperti Argentina dan Mercosur.
 
Hal ini dikemukakan Mendag Enggar dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Kepercayaan Argentina, Jorge Marcelo Fauire, yang berlangsung di Kantor Kementerian Luar Negeri dan Kepercayaan Argentina di Buenos Aires pada Senin, 13 Mei 2019waktu setempat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ekonomi Indonesia dan Argentina bersifat komplementer namun sejauh ini kurang banyak digali seperti dengan negara-negara di kawasan Asia dan Eropa. Untuk itulah diadakan pembicaraan pada tingkat menteri, sekaligus menindaklanjuti kunjungan Wakil Presiden Argentina baru-baru ini ke Jakarta," papar Enggar melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Dalam pertemuan yang berlangsung terbuka tersebut kedua Menteri sepakat untuk membentuk tim kecil guna mengkaji dalam waktu secepatnya apa yang dapat dipertukarkan antara Indonesia dan Argentina. Tim kecil ini akan mengidentifikasi hal-hal yang menjadi tantangan dalam perdagangan dua arah antara Indonesia dan Argentina serta secara paralel mengkaji kelayakan bagi digulirkannya perudingan preferensi antara Indonesia dan Mercosur.
 
Mendag menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dengan negara-negara Amerika Selatan. Hal ini mengingat kebutuhan yang
semakin mendesak untuk mendiversifikasi pasar ekspor di tengah prediksi bahwa, baik
perekenomian dunia maupun perdagangan internasional akan terus mengalami pelemahan tahun ini.
 
"Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Argentina akan memiliki nilai geostrategis yang penting. Indonesia dapat memanfaatkan Argentina sebagai regional hub memasuki pasar sekitar lainnya di kawasan Amerika Latin. Demikian pula Argentina dapat memanfaatkan Indonesia untuk memasuki pasar ASEAN, pasar mitra FTA Asean maupun pasar RCEP yang saat ini masih dirundingkan," imbuh Enggar.
 
Setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Kepercayaan Argentina, Mendag Enggar melakukan pertemuan terbatas dengan Presiden dan Wakil Presiden Kamar Dagang Mercosur-ASEAN yang terbentuk pada 2015.
 
"Indonesia merupakan 'critical mass' ASEAN yang menjadi fokus kami untuk meningkatkan kegiatan bisnis antara Mercosur dan ASEAN. Kami sangat hargai kesempatan untuk beraudiensi dengan Menteri Perdagangan RI," ujar Presiden Kamar Dagang Mercosur dan ASEAN Piet Verdult.
 
Dalam pertemuan ini Mendag Enggar menegaskan bahwa banyak upaya ditempuh secara sporadik, baik oleh pelaku usaha maupun kedutaan-kedutaan besar ASEAN dan Mercosur di wilayah akreditasinya untuk meningkatkan perdagangan dan investasi dua arah. Namun, di tengah tantangan perdagangan dunia saat ini diperlukan kerja ekstra untuk saling menghubungkan.
 
Argentina tercatat merupakan mitra dagang terbesar ke-2 Indonesia setelah Brasil di kawasan Amerika Selatan. Nilai total perdagangan Indonesia-Argentina pada 2018 sebesar USD2 miliar atau meningkat 18 persen dibanding 2017.
 
Di 2018, ekspor utama Indonesia ke Argentina mencakup karet alam, mesin piston pembakaran, bagian dan aksesori kendaraan bermotor, serta bagian alas kaki dan alas kaki. Sedangkan, impor utama Indonesia dari Argentina di 2018 mencakup gandum, kedelai, kapas, dan pipa baja.
 
Adapun produk-produk lain yang berpotensi untuk didorong ekspornya dari Indonesia ke Argentina antara lain pesawat telepon, kendaraan bermotor, mesin pengolah data otomatis,
suku cadang alat transmisi, kawat, dan vakum atau pompa udara.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif