Bawang Putih. (Shutterstock).
Bawang Putih. (Shutterstock).

Kabupaten Bantaeng Dikembangkan Jadi Sentra Bawang Putih

Ekonomi harga bawang merah bawang Bawang Putih
23 Desember 2018 09:16
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menjadi sentra baru komoditas bawang putih untuk mewujudkan target swasembada bawang putih pada 2021.
 
Kepala Sub Direktorat Bawang Merah dan Sayuran Umbi Kementerian Pertanian, Agung Sunusi mengatakan Kabupaten Bantaeng memiliki potensi lahan yang sangat prospektif untuk budidaya bawang putih. Tahun ini Bantaeng mendapatkan alokasi bawang putih seluas 50 hektare (ha). Pada saat ini produksinya diperuntukkan untuk menjadi benih.
 
"Bila kita hitung, setiap hektare bisa menghasilkan tiga ton, berarti 2018 ketersediaan benih bawang putih sebanyak 150 ton. Sehingga 2019, minimal akan dialokasikan sebesar 100 hektare dengan sumber benih dari Bantaeng," kata Agung, dikutip dari Antara, Minggu, 23 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementan berharap pada tahun depan Bantaeng sudah mandiri benih tanpa bergantung dari wilayah sentra lainnya.
 
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Bantaeng, Maemunah menyebutkan potensi pengembangan bawang putih Bantaeng mencapai 2.500 ha. Lokasinya tersebar di tiga kecamatan yaitu Uluere, Sinoa dan Ermes dengan ketinggian 800-1.200 mdpl.
 
Ia memaparkan saat ini sudah ada importir yang bekerja sama dengan kelompok tani untuk pengembangan bawang putih sebagai bagian dari implementasi wajib tanam bawang putih lima persen dari rencana tanam seluas 50 ha.
 
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sipasiriki Desa Bontomarannu Kecamatan Uluere, Daha menyambut baik bantuan pengembangan bawang putih dari Kementan. Ia mengaku kelompoknya mendapat bantuan benih bawang putih 400 kg per ha, varietas lumbuh hijau ditambah dengan pupuk, pompa dan cultivator.
 
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi menegaskan pada tahun 2018 sentra pengembangan bawang putih yang didanai APBN mencapai 78 kabupaten. Lokasi ini akan dikawal ketat dan intensif untuk memastikan perluasan areal tanam bawang putih.
 
Hingga saat ini, luas tanam bawang putih sudah mencapai lebih dari 10 rib ha yang terdiri dari 5.640 ha alokasi APBN dan sekitar 5.000 ha dari wajib tanam importir bawang putih.
 
"Ini berarti terjadi peningkatan yang signifikan sekitar 400 persen yang sebelumnya luasan bawang putih hanya 2.000 hektare. Kami terus dorong sentra baru yang ada di luar Jawa seperti Bantaeng Sulawesi Selatan terutam a dalam mendukung penyediaan benih di wilayah," tutupnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif