Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

IATA: Pertumbuhan Penumpang Pesawat Global Melambat

Ekonomi bisnis maskapai pesawat penerbangan
09 Mei 2019 13:02
Jenewa: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengungkapkan permintaan penumpang angkutan udara global naik 3,1 persen pada Maret 2019, dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2018. Pertumbuhan tersebut merupakan laju paling lambat untuk setiap bulan dalam sembilan tahun.
 
Mengutip Antara, Kamis, 9 Mei 2019, IATA mengatakan bahwa hasil pertumbuhan itu sebagian besar karena waktu liburan Paskah yang dirayakan terutama di Eropa, Amerika, dan Afrika, jatuh hampir sebulan lebih lambat daripada 2018.
 
"Sementara pertumbuhan lalu lintas udara melambat pada Maret, kami tidak melihat bulan sebagai indikator untuk sisa 2019," kata Direktur Jenderal dan CEO IATA Alexandre de Juniac.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia memperingatkan kondisi ekonomi telah menjadi agak kurang menguntungkan, mengutip revisi baru-baru ini dari proyeksi International Monetery Fund (IMF) terkait pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang terus menurun untuk keempat kali dalam satu tahun terakhir.
 
Di pasar penumpang internasional, lalu lintas maskapai penerbangan Asia-Pasifik naik 2,0 persen pada Maret dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, namun turun dari pertumbuhan bulan lalu yang mencapai empat persen.
 
Maskapai Eropa melihat permintaan Maret meningkat 4,7 persen dibanding Maret 2018, turun dari pertumbuhan tahunan 7,5 persen pada Februari. IATA mengatakan hasil Eropa itu sebagian mencerminkan jatuhnya kepercayaan bisnis di zona euro dan ketidakpastian yang berkelanjutan tentang Brexit.
 
Maskapai Amerika Utara membukukan kenaikan lalu lintas 3,0 persen pada Maret dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun turun sedikit dari pertumbuhan tahun ke tahun 4,2 persen pada Februari.
 
De Juniac mengatakan meskipun Maret melambat, prospek perjalanan udara tetap solid. Konektivitas global tidak pernah lebih baik. "Konsumen dapat memilih lebih dari 21 ribu kota dengan lebih dari 125 ribu penerbangan setiap hari. Dan harga tiket pesawat terus menurun secara riil," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif