"Ini bukti bahwa cabai bisa ditanam di luar musim hujan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pekanbaru El Syabrina dikutip dari Antara, Minggu (27/12/2015).
Selama ini, menurut El, petani hanya tahu bahwa menanam cabai bisa dilakukan saat musim panas saja. Pasalnya, kalau pada musim hujan, akan merusak akibat timbulnya berbagai penyakit, seperti jamur dan membusuk. Namun, hal itu telah terbantahkan dibuktikan dengan panen raya yang digelar kemarin.
"Cabai tidak lagi tanaman musiman jika petani menggunakan teknologi tertentu yang tepat," ujarnya.
El menjelaskan saat ini petani cabai di Kelurahan Muara Pajar Rumbai bisa memproduksi cabai dari sekali panen 1-1,5 ton. Dalam sepekan, bisa dua kali panen.
"Rata-rata sepekan petani bisa dapat 2 ton," bebernya.
Ia mengatakan bahwa petani mendapatkan bantuan modal dan bibit cabai dari pemerintah pusat lewat APBN, termasuk pembinaan. Hal ini mengingat Pekanbaru bukan merupakan penghasil cabai.
"Tahun ini, kami peroleh bantuan bibit cabai pada puluhan hektare. Namun, yang baru panen baru 2 hektare (ha)," katanya.
Dengan panen raya itu, kata dia, juga harga cabai akan normal sehingga tidak menambah nilai inflasi.
"Kepada petani cabai, kami ucapkan selamat. Semoga ini menjadi motivasi bagi yang lain dan untuk lebih meningkatkan yang sudah ada," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News