Ilustrasi pelaku UMKM. (Foto: Antara/Feny).
Ilustrasi pelaku UMKM. (Foto: Antara/Feny).

Penurunan Pajak UMKM Picu Produktivitas

Ekonomi pajak e-commerce Pajak UMKM
Kautsar Widya Prabowo • 22 Juni 2018 19:02
Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengungkapkan pembaruan Pajak Penghasilan (PPh) final Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 0,5 persen dapat memicu produktivitas pelaku usaha dalam berinovasi.
 
Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simandjuntak menuturkan kebijakan tersebut menjadi insentif yang dapat menggairahkan industri kreatif.
 
"Kalau dari kita pelaku kreatif, mereka yang melakukan inovasi-inovasi bisa menjadi semangat dalam berkarya ketika diberikan keringanan seperti itu," ujarnya saat ditemui di Hard Rock Cafe, Jakarta, Jumat, 22 Juni 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah menurunkan besaran pajak atas UKM dari satu persen menjadi 0,5 persen. Sebelumnya, aturan itu berlaku mulai akhir Maret 2018.
 
"Saya kemarin sebetulnya menawarnya 0,25 persen, tetapi Menteri Keuangan bilang tidak bisa. Kalau turunnya sampai sejauh itu, ini akan memengaruhi penerimaan, pendapatan pemerintah," kata Presiden Joko Widodo.
 
Menurut Presiden, perubahan tata ruang ekonomi global menjadi peluang bagi ekonomi nasional untuk berkembang. Presiden menilai sejumlah usaha makanan dan minuman maupun industri gaya hidup memiliki masa depan yang cerah pada tatanan global.
 
"Saya kira bisnis-bisnis seperti inilah yang nantinya akan berkembang dengan baik. Saya kira saya sudah melihat di beberapa negara, warung makan, resto-resto seperti ini nantinya akan bergerak sangat cepat sekali," tuturnya.
 
Hari ini Presiden Joko Widodo telah meluncurkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 sebagai perubahan PP Nomor 46 Tahun 2013 yang mengatur pengenaan tarif pajak UMKM 0,5 persen. Peluncuran itu berlangsung di Surabaya, Jawa Timur.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif