Pengusaha Ritel Optimistis Penjualan saat Ramadan Naik 20%
Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)
Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey optimistis penjualan ritel selama Ramadan dan Lebaran 2018 naik 20 persen. Hal itu ditopang oleh pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 untuk pegawai negeri sipil (PNS)  2018 sebesar Rp35,76 triliun.

"Kita harapkan 15-20 persen dari tahun lalu karena ada kenaikan THR PNS dan gaji ke-13," ujar Roy ditemui di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

Menurutnya, pertumbuhan ritel akan lebih baik dari Ramadan tahun sebelumnya yang tercatat hanya 3,6 persen. Pasalnya kenaikan THR bagi PNS dan pensiunan PNS cukup mendorong konsumsi dan daya beli masyarakat menjelang Lebaran.

"Itu pasti mendongkrak konsumsi karena pemerintah menggelontorkan hampir Rp35 triliun," imbuh dia.

Roy menambahkan daya beli masyarakat  juga akan didongkrak oleh perhelatan akbar Asian Games 2018 dan Annual Meetings IMF-WB pada Agustus dan Oktober 2018. Dengan begitu, perbaikan konsumi, harga komoditas hingga inflasi yang terjaga dipercaya bakal mendorong ekonomi nasional tumbuh sesuai target pemerintah sebesar 5,4 persen.

"Industri strategis dapat mengkontribusi ke PDB dan dapat mencapai angka pertumbuhan yang ditargetkan pemerintah, ditambah harga komoditas yang terus membaik, inflasi terjaga dan perhelatan internasional," ungkap Roy.

Sekadar diketahui, momentum Ramadan dan Idulfitri 2017 tak mampu menggenjot pertumbuhan industri ritel atau hanya tumbuh 3,6 persen.

Angka itu bahkan lebih rendah dibanding pertumbuhan pada April 2017 yang tercatat 4,1 persen. Padahal, di akhir Mei ada momentum datangnya bulan Ramadan yang biasanya disambut oleh masyarakat dengan berbelanja kebutuhan pangan.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id