Pemerintah akan Tambah Bank Wakaf Mikro di Pesantren
Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Serang: Pemerintah akan menambah 20 izin usaha Bank Wakaf Mikro di lingkungan pesantren. Sehingga, ada ruang bagi masyarakat ekonomi kelas bawah mendapatkan penghasilan dari hasil usaha.
 
"Tahapan pertama 20, mungkin nanti ditambah lagi 20, jadi 40. Kemudian setelah itu akan bergulir terus. Tambah, tambah, dan tambah," kata Presiden Joko Widodo di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara, Serang, Banten, Rabu, 14 Maret 2018.
 
Saat ini, Bank Wakaf Mikro telah ada di 20 pesantren antara lain di daerah Cirebon, Jawa Barat; Serang, Banten; serta Surabaya, Jawa Timur.
 
Keberadaan bank ini diyakini akan memudahkan masyarakat yang kerap kesulitan mengagunkan barang atau memberikan jaminan.
 
"Ekonomi di bawah ini harus ada ruang. Karena ada yang ingin pinjam tapi enggak punya agunan, nah ini ke sini," ujar dia.

Baca: Jokowi Ingin Usaha Mikro di Pesantren Berkembang

Menurutnya, masyarakat terkadang sulit untuk meminjam di bank konvensional. Sebab, harus memiliki jaminan.
 
Di Bank Wakaf Mikro, kata dia, tak perlu jaminan. Pasalnya, segmennya merupakan kalangan ekonomi bawah.
 
"Segmen ini yang betul-betul jualan gorengan, yang tadi jualan nasi uduk, ada jualan warung, jualan sembako di warung," ucap dia.
 
Presiden berharap keberadaan lembaga perbankan syariah seperti Bank Wakaf Mikro ini bisa menggerakkan ekonomi rakyat. "Kita harapkan ekonomi di bawah juga bisa ikut bergerak," kata dia.





(FZN)