Illustrasi. MI/BENNY BASTIANDY.
Illustrasi. MI/BENNY BASTIANDY.

Penurunan Harga Gabah Memukul Daya Beli Petani

Ekonomi harga gabah
Suci Sedya Utami • 01 Maret 2018 17:19
Jakarta: Sepanjang Februari 2018, harga gabah rata-rata di tingkat petani mengalami penurunan. Penurunan harga gabah diikuti oleh penurunan nilai tukar petani (NTP).
 
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kamis, 1 Maret 2018 tercatat harga gabah kering panen di tingkat petani turun 3,84 persen dari Rp5.415 di Januari menjadi Rp5.207 per kg. Sedangkan gabah kering giling turun 0,68 persen dari Rp6.002 menjadi Rp5.961 per kg.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan harga gabah tak diimbangi oleh harga beras. Harga beras masih mengalami kenaikan, baik untuk jenis premium naik 0,31 persen menjadi Rp10.382 per kg, jenis medium naik 0,37 persen menjadi Rp10.215 per kg, dan jenis rendah naik 1,99 persen menjadi Rp9.987 per kg.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penurunan harga gabah tak seketika menurunkan beras penggilingan masih ada jeda, beras grosir dan eceran masih naik," kata Suhariyanto.
 
Sementara NTP, terjadi penurunan 0,57 persen di Februari dari 102,92 menjadi 102,33. Suhariyanto bilang, penurunan NTP dikarenakan harga yang diterima petani lebih kecil dibanding harga yang harus dibayarkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
 
"Ini menunjukkan, indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan, namun petani harus membaar lebih untuk indeks yang harus dibayar," jelas Suhariyanto.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif