"Ada 508 pekerja yang keluar. Mereka memang memutuskan untuk enggak ikut ke pabrik baru dan lebih memilih pensiun dini," kata dia di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2/2016).
Dirinya menambahkan, mereka yang nemilih pensiun dini juga akan diberikan pesangon sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahkan beberapa karyawan yang mendapatkan pesangon mengunakan uang mereka untuk membangun usaha baru sendiri.
"Dengan pesangon yang cukup besar, beberapa ada yang pilih untuk buka usaha baru. Bahkan yang saya dengar ada yang sudah diterima di perusahaan baru," jelas dia.
Lebih lanjut, mantan Menteri Perdagangan ini mengatakan, perusahaan terpaksa menggabungkan dua pabriknya agar meningkatkan produktivitas. Terlebih lagi, persaingan untuk beberapa produk elektronik memang cukup ketat di antara para produsen.
"Karena biaya untuk lampu yang LED itu sudah mendekati yang model baru, makanya kita restrukturisasi agar lebih baik, lebih efisien. Dari tiga pabrik jadi dua pabrik karena lebih efisien apalagi menghadapi persaingan dalam era MEA seperti sekarang ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News