Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution - - Foto: Antara/ Wahyu Putro A
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution - - Foto: Antara/ Wahyu Putro A

Pemerintah Waspadai Kenaikan Inflasi Jelang Ramadan

Ekonomi inflasi kementerian perekonomian Ramadan 2019
Eko Nordiansyah • 03 Mei 2019 17:41
Jakarta: Pemerintah mewaspadai kenaikan inflasi pada periode Ramadan dan Idulfitri. Apalagi pada bulan lalu inflasi sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan, yakni sebesar 0,44 persen.
 
"Kalau 0,3 persen atau kurang itu mestinya oke, ini kan 0,44 persen, dan itu semuanya disebabkan oleh barang-barang produksi," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat 3 Mei 2019.
 
Darmin menyebut, komoditas bumbu dapur yang mengalami keterlambatan panen mendorong tingginya inflasi. Namun musim panen kali ini akan terjadi saat Ramadan yang disertai dengan impor bawang putih sehingga angka inflasi dapat ditekan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tinggal sebenarnya kalau urusan cabai. Bawang ini harus ada jalan lain, kalau dibiarkan saja panen, harganya jatuh. Enggak ada panen harganya naik. Di Brebes sudah mulai ada gudang yang ada pengatur, belum coldstorage levelnya, kapasitasnya cukup besar," ungkapnya.
 
Di sisi lain, harga beras yang terjaga juga akan memberikan andil pada inflasi yang lebih rendah. Hanya saja Perum Bulog diminta lebih gencar mengeluarkan stok beras guna mengantisipasi kenaikan jelang Ramadan dan Idulfitri.
 
"Kalau beras kita malah lebih memikirkan bagaimana Bulog bisa mengeluarkan berasnya melalui penjualan, atau kita arrange nanti sebagian dari rastra itu di-supply oleh Bulog," pungkas dia.
 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto sebelumnya mengatakan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi tertinggi yakni dari bahan makanan dengan inflasi sebesar 1,45 persen dan andilnya sebesar 0,31 persen.
 
Ada beberapa komoditas malanan yang mengalami kenaikan yakni, bawang merah sebesar 22,93 persen dengan andil terhadap inflasi 0,13 persen, bawang putih naik 35 persen dengan andil 0,09 persen, cabai merah andilnya 0,07 persen, dan telur ayam ras, serta tomat andilnya 0,02 persen.
 
Sementara kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dengan andil terhadap inflasi April sebesar 0,03 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,12 persen dengan andil 0,03 persen.
 
Kelompok sandang mengalami inflasi 0,15 persen dengan andil 0,01 persen. Kelompok kesehatan inflasinya 0,25 persen dengan andil 0,01 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga inflasinya 0,03 persen. Serta kelompok transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan inflasinya 0,28 persen dengan andil 0,05 persen.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif