Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Biaya Avtur hanya 3,6% dari Komponen Harga Tiket

Ekonomi Avtur Tarif Tiket Pesawat
15 Februari 2019 12:40
Jakarta: Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Drajad Wibowo mengatakan bahwa proporsi biayaavtur sangat kecil yaitu sekitar 3,6 persen dari keseluruhan harga tiket pesawat.
 
Oleh karena itu, katanya, kenaikan harga tiket pesawat tidak bisa serta-merta menuding avtur sebagai penyebabnya.
 
"Secara umum saya sependapat dengan data telegraph.co.uk bahwa alokasi per tiket untuk bahan bakar hanya sekitar 3,63 persen. Terbesar adalah biaya perawatan, airport cost, seperti landing fee, dan bahkan pajak dan charges, yang masing-masing berkisar antara 19,62-22,67 persen," kata Drajad dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 15 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Memang, terdapat pengecualian untuk maskapai yang menerapkan bisnis low cost carrier (LCC), lanjutnya, karena untuk LCC terjadi sedikit peningkatan komponen bahan bakar dalam alokasi harga tiket sebagai akibat penekanan berbagai biaya.
 
Namun, peningkatan tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap tingginya harga tiket. "Jadi kalau yang diutak atik (bahwa penyebab tingginya harga tiket) adalah avtur, jelas salah tembak. Salah sasaran," katanya.
 
Indonesia National Air Carriers Assosiation (INACA) sebelumnya mengakui bahwa avtur tidak berpengaruh langsung terhadap kenaikan harga tiket pesawat. Menurut Ketua Umum INACA IGN Askhara Danadiputra, justru beban biaya operasional penerbangan lain, seperti leasing pesawat dan maintanance pesawat yang sangat berpengaruh terhadap harga tiket.
 
Selain berbagai komponen tadi, Drajad menambahkan, beban pengadaan pesawat, baik yang
dilakukan melalui pembelian maupun mekanisme lain seperti leasing juga sangat tinggi.
 
Oleh karena itu, tambahnya, kalau ingin menurunkan tiket maskapai tesebut, yang pertama kali harus dilakukan adalah membersihkandahulu dari utang-utangnya, begitu beban utangnya dikeluarkan, tiketmaskapai akan jadi lebih murah.
 
Begitu pula dengan airport cost, menurutdia juga sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga tiket pesawat. Dengan demikian, naiknya harga parkir pesawat, biaya landing, garbarata, dan check in sebesar 15-20 persen pada Oktober 2018, juga berpengaruh terhadap harga tiket.
 
Senada dengan itu Ketua Forum Ekonomi Konstitusi Defiyan Corimenyatakan pengaruh avtur terhadap kenaikan harga tiket pesawat sangatkecil, komponen terbesar adalah pada biaya pemeliharaan pesawat, termasukdi dalamnya biaya pembelian pesawat yang dilakukan beberapa waktu lalu.
 
"Sementara avtur hanya 3,4 persen dari komponen besarnya harga pokok penjualan tiket. Kalau pun jarak tempuhnya paling jauh, untuk tujuan Indonesia bagian timur, maksimal hanya 24 persen," katanya.
 
Oleh karenaitu, dia meminta agar avtur tidak dijadikan sebagai kambing hitam terkait kenaikan harga tiket.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif