Annual Meeting IMF-WB 2018

Menkeu Dorong Investasi Infrastruktur Ramah Lingkungan

Antara 11 Oktober 2018 17:20 WIB
investasiIMF-World Bank
Menkeu Dorong Investasi Infrastruktur Ramah Lingkungan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati -- Foto: Antara/ Anis Efizudin
Nusa Dua: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong investasi hijau atau ramah lingkungan untuk mendukung pengadaan infrastruktur di Indonesia. Jumlah investasi ramah lingkungan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masih terbatas.

"Kita memerlukan investasi ramah lingkungan untuk mencegah terjadinya perubahan iklim dan kondisi yang mengurangi manfaat positif pertumbuhan ekonomi," kata Ani sapaannya dalam acara diskusi "How to Mobilize Private Investment for Green Infrastructure Promoting Intraregional Connectivity" di Nusa Dua, Bali, Kamis, 11 Oktober 2018.

Sri Mulyani mengatakan keterbatasan sarana infrastruktur telah membatasi kinerja perekonomian untuk tumbuh lebih optimal. Karenanya, dibutuhkan upaya yang lebih kompetitif guna meningkatkan partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur.

Namun, pembangunan infrastruktur tersebut harus ditekankan pada kondisi ramah lingkungan guna menghindari masalah perubahan iklim di masa depan. Artinya, proyek infrastruktur hijau tersebut, harus mengaplikasikan beberapa prasyarat yang berbasis ramah lingkungan.

"Pemerintah harus melakukan intervensi agar 'green financing' dan 'green infrastructure' dapat terus berkembang. Kita perlu mengoreksi pasar bebas yang cenderung tidak memerhitungkan dampak proyek yang tidak ramah lingkungan," tuturnya.

Meski demikian, skema pembiayaan melalui investasi hijau masih mempunyai risiko yang harus diperbaiki misalnya, melalui penerbitan sukuk hijau.

Untuk itu, keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan guna menciptakan kepastian bagi investor hijau dengan memperbaiki persoalan regulasi maupun menekan biaya teknologi ramah lingkungan.

"Tidak ada satu model 'green financing' yang berhasil untuk semua negara. Kebijakan dan pilihan investasi yang inovatif dan membawa manfaat harus sesuai dengan masing-masing kondisi negara, didukung oleh strategi yang komprehensif," pungkas dia.
 



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id