Sekretaris KEIN Putri K Wardani (kanan) usai rapat di Wantimpres (FOTO MTVN/Husen Miftahudin.
Sekretaris KEIN Putri K Wardani (kanan) usai rapat di Wantimpres (FOTO MTVN/Husen Miftahudin.

Industri Jamu dan Herbal Indonesia Bisa Mendunia

Ekonomi industri jamu
Dian Ihsan Siregar • 30 Agustus 2016 19:03
medcom.id, Jakarta: Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengharapkan industri jamu dan pengobatan herbal Indonesia bisa lebih mendunia, seperti yang telah dijalankan oleh negeri Tiongkok dan India dengan pengobatan herbal yang dimilikinya.
 
‎Sekretaris KEIN Putri K Wardani menerangkan, pada saat ini pengobatan asal Tiongkok dan India sudah bisa disejajarkan dengan pengobatan modern pada umumnya. Pengobatan asli dari kedua negara tersebut telah menyebar luas ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.‎
 
"Negara lain yang juga memiliki pengobatan tradisional seperti Tiongkok dan India. Pengobatan herbal mereka sekarang sudah sangat maju dan terkenal, bahkan bisa disandingkan dengan pengobatan modern‎," kata Putri, ditemui di kantor pusat Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Putri menginginkan pengobatan tradisional yang datang dari Indonesia bisa diterima secara baik oleh masyarakat tanah air, bahkan bisa terkenal hingga seluruh penjuru dunia. Untuk meraihnya perlu adanya dukungan penuh dari pemerintah dalam mendorong industri jamu dan obat-obatan tradisional yang dimiliki putera dan puteri bangsa.
 
"Kita harap jamu kita ini bisa masuk rumah sakit secara formal, bisa masuk ke dunia pendidikan farmasi‎," jelas Putri.
 
Pengembangan industri jamu dan pengobatan herbal‎ harus dimulai karena, kata Putri, akan mengundang pihak asing untuk memanfaatkan pengembangan industri tersebut di Tanah Air.
 
"Jangan sampai apa yang menjadi kelebihan kita ini tidak berkembang, dan justru masyarakat barat yang mengembangkannya. Jangan sampai mereka mematenkan yang sudah kita miliki. Klinik herbal di luar sana berkembang dengan baik. Jangan sampai kita meninggalkannya," pungkas Putri.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif