Gabah. ANT/Asep Fathulrahman.
Gabah. ANT/Asep Fathulrahman.

Masuk Panen Raya, Harga Gabah di Jateng Turun Rp700/Kg

Ekonomi harga gabah
Gervin Nathaniel Purba • 23 Januari 2018 17:47
Demak: Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Wibodo mengatakan harga jual gabah kering panen (GKP) di petani turun. Harga GKP tercatat mencapai Rp700 per kilogram (kg). 
 
"Penurunan harga ini disebabkan karena di Kabupaten Demak sudah memasuki panen raya padi. Sekarang sedang panen padi 510 hektare (ha)," ungkapnya pada saat acara panen raya di Desa Sari, Kecamatan Gajah Kabupaten Demak, Selasa, 23 Januari 2018.
 
Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo, Desa Sari Kecamatan Gajah Ahmad Nur Khasan mengatakan petani di daerahnya dominan menanam padi varietas Ciherang dengan produktivitas GKP 8 hingga 9 ton per (ha). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga GKP ini pada awal Januari 2018 mencapai Rp6.100 per kg dan sekarang turun sekitar Rp700 per kg menjadi Rp5.400 per kg GKP dengan panen pakai combine.  
 
"Sedangkan non-combine Rp5.100 per kg GKP. Penurunan harga gabah disebabkan masuk musim panen raya," jelas Khasan. 
 
"Pengalaman pahit pada 2017 panen raya harga jatuh menjadi Rp2.400 sampai Rp2.500 per kg GKP, jangan sampai Bulog tidak menyerap. Ini sudah panen raya, petani di sini tolak impor beras," lanjut Khasan.
 
Sementara itu Bupati Demak H Muhammad Nasir mengatakan bantuan yang diberikan Menteri Pertanian sudah memberikan hasil. "Hasil panen palawija bisa untuk membelikan motor bagi anaknya. Dari heli tadi terlihat tidak ada yang tidak panen. Ini tidak ada yang dibuat buat. Ini foto langsung," jelasnya.
 
Terkait impor beras, Bupati Demak bertanya ke petani apakah setuju dengan impor atau tidak. Serentak petani menjawab agar pemerintah tidak impor.
 
"Ini suara petani pak, bukan suara bupati," ucap Nasir.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Yuni Astuti mengatakan panen padi Provinsi Jawa Tengah Januari 2018 seluas 109 ribu ha, Februari 2018 seluas 329 ribu ha dan Maret seluas 293,6 ribu ha. Produksi Januari adalah 613 ribu ton GKG setara 370 ribu ton beras, Februari 1.92 juta ton GKG setara beras 1,16 juta ton beras dan Maret 1,73 juta ton GKG setara 1,05 juta ton beras.
 
"Selanjutnya konsumsi beras penduduk JawaTengah 34,49 juta jiwa adalah 267 ribu ton beras perbulan. Jadi Januari terjadi surplus beras 102 ribu ton, Februari surplus 891 ribu ton dan Maret surplus 778 ribu ton beras," sebutnya.
 
Harga Gabah di Jawa Tengah sebelumnya pernah terjadi Rp6.000 per kg dan kini sekitar Rp 5.300 per kg. Kondisi ini surplus dan harga mulai turun Rp700. 
 
"Bulog diharapkan agar menyerap gabah mulai Februari dan Jawa Tengah tidak butuh beras impor," tegasnya.
 
Sebelumnya Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengalokasikan anggaran 2018 untuk Jawa Tengah sebesar Rp1,21 triliun dan alokasi untuk Kabupaten Demak 2.700 ha padi, 7.450 ha jagung, 100 ha bawang merah, 50 ha cabai, 800 ha rehab irigasi dan 171 unit alat mesin pertanian (alsintan).

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif