"Kami koreksi penjualannya tahun ini menjadi sekitar satu juta sampai 1,1 juta unit. Angka ini turun dari prediksi kami sebelumnya yang mencapai 1,2 juta unit untuk tahun ini," kata Ketua Umum Gaikindo Sudirman M Rusdi, ditemui di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto Kav 71-72, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2015).
Menurut dia, revisi proyeksi penjualan kendaraan bermotor tersebut karena daya beli masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan. Hal ini yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi.
"Kami perkirakan turunnya antara 15-20 persen. Indikasinya karena daya beli yang turun karena perlambatan ekonomi di kuartal pertama turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," papar dia.
Sebenarnya, ungkap Sudirman, kebutuhan akan kendaraan bermotor saat ini cukup banyak, namun hal tersebut tak ditopang dengan daya beli masyarakat. Perlambatan ekonomi membuat masyarakat banyak yang menyicil dengan jangka waktu yang lebih panjang.
"Saat ini penjualannya masih sama, sekitar 70-75 persen itu kredit, tapi rata-rata pembeli itu minta tenornya diperpanjang 4-5 tahun. Ini menandakan bahwa mereka butuh kendaraan tapi kemampuan daya belinya menurun, sehingga dia minta cicilan dikurangin dengan diperpanjang waktunya dari 3 menjadi 4-5 tahun," pungkas Sudirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News