Ilustrasi pengrajin logam. FOTO: dok MI.
Ilustrasi pengrajin logam. FOTO: dok MI.

Industri Logam Dominasi Penjualan e-Smart IKM

Ekonomi industri kecil menengah kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 10 Oktober 2019 10:15
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) di era Industri 4.0. Salah satunya dengan mendorong para pelaku IKM agar bertransformasi untuk 'Goes Digital'. Hal tersebut, sejalan dengan 10 program prioritas nasional yang terdapat di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.
 
"Lembaga riset dari Inggris mencatat, pertumbuhan e-commerce Indonesia pada 2018 mencapai 78 persen sehingga sangat tepat bagi IKM di Tanah Air untuk menggunakan e-commerce sebagai sarana untuk menjual sekaligus mempromosikan produknya," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Agar pelaku IKM bisa bertransformasi di era Industri 4.0, Kemenperin juga memberikan workshop e-Smart IKM. Kegiatan tersebut menjadi upaya dalam membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace yang sudah ada di Indonesia. Total peserta workshop e-Smart IKM sejak 2017 hingga 2019 sudah mencapai 10.038 peserta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melihat nilai penjualan dari program e-Smart IKM, paling banyak dari industri logam sebesar 39,95 persen kemudian disusul dengan sektor makanan dan minuman sebesar 36,14. Memang dua sektor industri ini lebih besar dibanding industri-industri lainnya," papar Gati.
 
Melalui e-Smart IKM ini Kemenperin melakukan cara pendekatan yang berbeda dalam upaya pengembangan IKM nasional. Sejak dicanangkannya program tersebut pada 2017, pemerintah melakukan pembinaan IKM yang dimulai dari pasar, agar IKM tersebut mengetahui barang yang sedang laris atau diminati di pasaran.
 
"Dengan pendekatan seperti ini, diharapkan IKM mampu terus berkembang karena membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini," ujarnya.
 
Gati menambahkan untuk mendorong IKM Goes Digital, Kemenperin juga turut membangun penguatan ekosistem digital IKM melalui konektivitas dan ketersediaan informasi melalui platform SIIKMA.
 
"Pemerintah sangat butuh platform untuk berkomunikasi secara cepat dan massal dengan IKM, sehingga melalui platform SIIKMA kebutuhan itu akan terjawab," jelasnya.
 
Dengan platform tersebut, informasi-informasi mengenai IKM dapat diunggah langsung ke SIIKMA, sekaligus sebagai sebuah wadah diskusi bagi sesama pelaku IKM. Forum tersebut proyeksikan juga dapat menjadi wadah sosialisasi bagi 1.221 IKM, yang 168 di antaranya sudah mendaftar dan sudah melengkapi informasi perusahaannya.
 
"Pada intinya, platform ini untuk memperoleh data dari IKM dan dapat diintegrasikan dengan SIINAS dan Online Single Submition (OSS)," ujarnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif