Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul berharap Jatim menjadi sentra industri perhiasan nasional. MTVN/Ammaludin.
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul berharap Jatim menjadi sentra industri perhiasan nasional. MTVN/Ammaludin.

Jatim Dijarap Jadi Sentra Industri Perhiasan Nasional

Ekonomi perhiasan
Amaluddin • 27 Oktober 2016 21:29
medcom.id, Surabaya: Industri perhiasan hingga saat ini masih menjadi andalan utama ekspor non migas dari Jawa Timur. Untuk itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf alias Gus Ipul berharap Jatim menjadi sentra industri perhiasan nasional.
 
Gus Ipul mengatakan, harapannya itu dengan dibuktikannya kontribusi perhiasan no migas di Jatim sangat bagus, yakni mencapai mencapai USD2,71 miliar pada 2015, meningkat menjadi USD3,55 miliar hingga Agustus 2016.
 
"Kontribusi perhiasan terhadap sektor non migas di Jatim senilai 29,04 persen dari total ekspor sebesar USD12,22 miliar. Sedangkan kontribusi perhiasan di Jatim ialah 25 persen terhadap produksi perhiasan nasional. Data ini membuktikan bahwa industri perhiasan ikut mendukung pertumbuhan ekonomi di Jatim," kata Gus Ipul, saat membuka Surabaya Jewellery Fair 2016 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (27/10/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Gus Ipul, kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh keberadaan 26 unit industri perhiasan berskala besar dan menengah, serta 24 unit industri perhiasan berskala kecil. Sedangkan lokasinya tersebar di berbagai sentra industri perhiasan di sejumlah daerah di Jatim.
 
"Seperti Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kab Lamongan, Kab Lumajang dan Kab Pacitan. Industri perhiasan di Jatim bahkan telah mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 17.600 orang," terangnya.
 
Gus Ipul mengatakan, ketika batu bara dan oil dan gas sudah tidak bisa diandalkan, maka diperlukan komoditas andalan lainnya, dan industri perhiasan merupakan salah satunya di Jatim. Karenanya Pemprov Jatim terus memberikan dukungan terhadap perkembangan industri perhiasan di Jatim. "Meningkatnya permintaan terhadap perhiasan khususnya emas, karena bagusnya karya seni dalam perhiasan tersebut," ucapnya.
 
Untuk terus meningkatkan perhiasan nonmigas ini, lanjut Gus Ipul, Pemprov akan memberikan fasilitasi desain, fasilitasi promosi, pengembangan teknologi produksi, peningkatan ketrampilan SDM, dan perlindungan kekayaan intelektual. Semua upaya tersebut bertujuan agar semua industri perhiasan baik yang berskala kecil, besar maupun menengah bisa memiliki daya saing.
 
"Ini juga sebagai benteng dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah mulai sejak 2015, dan kita semua bisa menjadi pemenang di era MEA ini," harapnya.
 
Melalui even tersebut, Gus Ipul berharap produk-produk perhiasan Jatim bisa semakin dikenal di pasar internasional, sehingga bisa membuka akses pasar yang lebih luas. Selain itu stakeholder industri perhiasan di Jatim diharapkan dapat mengetahui perkembangan terkini.
 
“Karenanya pameran ini setidaknya diadakan tiga kali dalam setahun, apalagi menurut informasi tahun lalu jumlah pengunjungnya mencapai 50 ribu orang dengan total transaksi Rp100 miliar,” katanya.
 
Pameran perhiasan tersebut merupakan yang ke-21. Pameran digelar mulai 27 hingga 30 oktober 2016. Pameran tersebut diikuti oleh 100 stand, yang terdiri dari stan IKM, stand peralatan atau mesin perhiasan, dan stand dekranasda. "Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan dan memperkenalkan industri perhiasan di Jatim di ajang nasional maupun internasional," pungkasnya.
 
Acara peresmian pameran tersebut turut hadir Dirjen Kemenperin RI Tati Wibawaningsih, Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Jatim Jefri Tumewa, dan Forkopimda di lingkup Pemprov Jatim.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif