"Dengan potensi yang ada, teknologi yang diberikan dan pendampingan bisnis maka mereka akan menjadi IKM yang berdaya saing di bidang anyaman noken dan kopi,” kata Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kemenperin E Ratna Utarianingrum, seperti dikutip dari Antara, di Timika, Kamis 30 Maret 2017.
Para pelaku IKM, selain keterampilan teknis, juga perlu mendapat pengetahuan pengelolaan bisnis, penetrasi pasar dan juga pengembangan desain agar produk memiliki model terbaru sehingga nilai jual pun akan terdongkrak.
Selain itu, para pelaku IKM diharapkan mampu berbisnis melalui media dalam jaringan, online, agar cakupan pasar lebih luas. Hal itu sejalan dengan program E-Smart IKM Kemenperin yang melakukan pelatihan dan pembinaan kepada pelaku IKM agar produk mereka dapat diperdagangkan di marketplace yang beroperasi di Indonesia.
Ia mencontohkan Kopi Tiyom, asal Wamena dan Nabire, yang masih belum terdengar bila dibandingkan dengan kopi dari Aceh. "Sebetulnya, segmen pasar sudah ada, tapi, bagaimana mempublikasikan, ini yang kurang," kata Ratna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News