Ilustrasi proyek LRT. (FOTO: MI/Bary Fathahilah)
Ilustrasi proyek LRT. (FOTO: MI/Bary Fathahilah)

Gerindra Keberatan Tambahan PMN Rp2 Triliun ke KAI untuk Proyek LRT

Ekonomi pt kai pmn proyek lrt
Suci Sedya Utami • 19 Juli 2017 15:28
medcom.id, Jakarta: Fraksi Gerinda di Komisi VI keberatan dengan usulan tambahan penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Kereta Api Indonesia/KAI yang dimasukkan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBNP) 2017 sebesar Rp2 triliun.
 
Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra Bambang Haryo S mempermasalahkan realokasi yang dilakukan untuk PMN. Anggaran tersebut sebelumnya bakal digunakan untuk proyek di Sumatera, namun dialihkan untuk PMN demi menutup kekurangan anggaran pembangunan proyek kereta ringan atau light rapid transit (LRT) Jabodebek.
 
Sebab, pengalihan anggaran tersebut tak mencermin target pemerataan yang diinginkan Presiden Jokowi, karena pembangunan infrastruktur akan kembali berpusat di Pulau Jawa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Proyek ini mengalihkan anggaran Sumatera ke sini, justru di sana (Sumatera) butuh mengangkat ekonomi bawah. Ini arahnya salah," kata Bambang saat rapat kerja bersama Kementerian BUMN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 19 Juli 2017.
 
Baca: Bangun LRT, Sri Mulyani Ajukan Tambahan Modal Negara Buat KAI Rp2 Triliun
 
Apalagi, kata Bambang, LRT disebut-sebut tak ramah untuk masyarakat kelas bawah, sebab harga tiket untuk mengangkut penumpang relatif mahal. Dia pun menilai target pengurangan kemiskinan akan terganjal.
 
"Proyek ini (LRT) tidak untuk pengentasan kemiskinan. Tidak untuk rakyat kecil, untuk rakyat menengah," tutur dia.
 
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VI dari fraksi yang sama Ahmad Wahid mengatakan dia pun paham sebenarnya seluruh proyek infrastruktur adalah perintah Presiden. Namun, seharusnya jika sudah diputuskan proyeknya maka sudah dipikirkan pula anggarannya dari mana. Jangan tiba-tiba buntu di tengah jalan.
 
"Saya tidak setuju PMN untuk sumatera dipindahkan ke Jakarta (LRT)," kata Wahid.
 
Patut diketahui, awalnya pemerintah menugaskan PT Adhi Karya untuk menggarap proyek tersebut dengan dibiayai APBN yang mana anggarannya mencapai Rp20 triliun. Namun ditengah jalan, singkatnya pemerintah menyerah tak bisa menyiapkan anggaran tersebut sehingga menunjuk PT KAI sebagai investor yang memberikan uang pada Adhi Karya untuk membangun.
 
Selanjutnya, pemerintah ingin menyuntikkan modal pada KAI secara bertahap di mana tahun ini dianggarkan Rp2 triliun untuk proyek tersebut.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif