Ekonom Standard Chartered Bank Aldian Taloputra. MTVN/Husen Miftahudin.
Ekonom Standard Chartered Bank Aldian Taloputra. MTVN/Husen Miftahudin.

Terdampak Pelemahan Global, Ford Tinggalkan Jepang & Indonesia

Husen Miftahudin • 26 Januari 2016 18:49
medcom.id, Jakarta: Standard Chartered Bank menilai banyak faktor yang menyebabkan Ford Motor Indonesia (FMI) tersingkir dari pasar persaingan otomotif di dalam negeri. Salah satunya adalah daya beli masyarakat yang menurun.
 
Menurut Ekonom Standard Chartered Bank Aldian Taloputra selain lemahnya daya beli masyarakat, mini truck double cabin tak bisa lagi diandalkan.  Investasi di sektor perkebunan dan pertambangan yang merupakan konsumen utama kendaraan tersebut sedang jeblok.
 
"Kalau kita lihat car sales secara industri turun, angka Desember secara year on year turun tujuh persen. Jadi bukan hanya daya beli rendah tetapi juga karena faktor global, komoditi turun, investasi di sektor pertambangan turun sehingga akhirnya dia juga kena," ujar Aldian, dalam media briefing Standard Chartered Bank, di Hotel Mulia, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2016).

Selain itu, ungkapnya, FMI juga kalah kompetisi dengan mobil produksi Jepang yang telah memiliki basis manufaktur di Indonesia. Hal ini membuat harga mobil produksi Jepang di Indonesia menjadi lebih murah dibandingkan milik Ford.
 
"Ada beberapa komponen Toyota yang mungkin tidak perlu impor dan bisa diproduksi dalam negeri sehingga bisa bersaing dan lebih murah. Kalau Ford kan harus impor semuanya," papar dia.
 
Sebenarnya, aku Aldian, lemahnya ekonomi global menyebabkan semua industri terkena imbasnya, tak hanya menyerang industri otomotif. Kondisi ini yang menyebabkan Ford harus berhitung ulang melihat demand yang anjlok sehingga harus direstrukturisasi.
 
"Saya rasa globalnya tidak bagus, sehingga demandnya juga tidak bagus. Jadi mau tak mau harus lebih efisien sehingga lini bisnis yang tidak efisien harus direstrukturisasi," pungkas Aldian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan