Pembangunan PLTU Batang di tangan 32 warga -- Ilustrasi ANTARA FOTO/Eric Ireng
Pembangunan PLTU Batang di tangan 32 warga -- Ilustrasi ANTARA FOTO/Eric Ireng

Nasib Pembangunan PLTU Batang di Tangan 32 Warga

Suci Sedya Utami • 07 Agustus 2014 17:46
medcom.id, Jakarta: Nasib pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang hingga ini terkatung-katung dan tak jelas akan dibawa ke mana. Pasalnya, pembangunan PLTU berkapasitas 2x1.000 megawatt (MW) terkendala oleh pembebasan lahan.
 
"Kita melihat pembebasan tanah secara normal sudah tidak memungkinkan," terang Menko Perekonomian Chairul Tanjung, ditemui usai rapat koordinasi di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2014).
 
CT, sapaan Chairul Tanjung, mengatakan pihaknya menyerahkan agar Pemda ikut membantu membereskan kendala yang ada. "Terserah kepada Batangnya sendiri, tergantung Pemda Batang, masyarakat Batang, kalau mereka mau ada investasi Rp40 triliun masuk yang bisa membangkitkan ekonomi di Batang, segera bereskan," kata dia.

CT menyebut, terdapat 32 orang atau masyarakat setempat yang belum mau menyepakati pembebasan lahan yang mereka miliki. "Masa 32 orang itu mengganggu pembangunan proyek Rp 40 triliun?" tuturnya.
 
Lebih lanjut CT menambahkan, jika tidak dapat dirampungkan juga pihaknya akan menggunakan UU Nomor 2 tahun 2012 tentang pembebasan lahan. Namun, jika menggunakan amanat UU harus memakan waktu yang lama karena butuh waktu satu tahun untuk melakukan prosesnya.
 
"Oke jadi, kita memutuskan PLN membangun PLTU 2x1.000 MW (pada kawasan lain) di Jawa Tengah juga, lokasinya sudah dimiliki PLN dan segera dibangun pada tahun ini juga," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan