illustrasi Semen Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.
illustrasi Semen Indonesia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Semen Indonesia Pasok 4,5 Juta Ton Dukung Pembangunan Infrastruktur

Husen Miftahudin • 09 November 2015 14:22
medcom.id, Jakarta: PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terus mendukung program pemerintah dalam menggenjot pembangunan infrastruktur. Bahkan pada tahun ini, Semen Indonesia menyokong pasokan semen untuk pembangunan infrastruktur sebanyak 4,5 juta ton.
 
Direktur Utama Semen Indonesia Suparni memaparkan, dari total 28,4 juta ton semen yang dijual ke pasaran, sebanyak 9,5 juta ton atau 30 persen diantaranya dijual curah. Sedangkan untuk infrastruktur, pihaknya menjual sebanyak 50 persen dari total curah, atau sekitar 4,5 juta ton.
 
"Sekarang ini di akhir-akhir, mulai Agustus (pembangunan) infrastruktur kan mulai terasa. Tapi yang curah itu berada pada kisaran 30 persen kita jualannya. 50 persen yang curah itu  untuk infrastruktur seperti jalan tol, gedung-gedung bertingkat, waduk, pelabuhan. Masuk di situ semua," ujar Suparni ditemui di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).

Sementara itu, ia menjelaskan bahwa konsumsi semen secara nasional mulai tumbuh pada Agustus ini. Tercatat, pada Agustus konsumsi semen nasional tumbuh 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari 5,37 juta ton pada Agustus 2014, menjadi 6,28 juta ton pada Agustus 2015.
 
Raihan positif tersebut terus berlanjut hingga September 2015, di mana pertumbuhan konsumsi semen nasional naik sekitar 5-6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dari 5,63 juta ton pada September 2014 menjadi 5,97 juta pada September 2015.
 
"Dan Oktober ini permintaannya tinggi. Di Oktober ini juga tumbuh sekitar 5-6 persen dari tahun lalu," papar dia.
 
Secara umum, aku dia, perkiraan konsumsi semen secara nasional pada kuartal IV-2015 akan tumbuh sekitar 4-5 persen. Sehingga total konsumsi semen di akhir tahun meningkat 2 persen dibanding tahun lalu.
 
"Mulai Agustus sampai sekarang (pertumbuhan konsumsinya) baik sekali. Harapannya hingga akhir tahun juga baik sekali. Mungkin setahunnya (yoy) secara nasional tumbuh pada kisaran 2-3 persen dari tahun lalu. Jadi positif pertumbuhannya," pungkas Suparni.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan